PIDIE JAYA – Warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya kini membutuhkan bantuan servis kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, yang rusak akibat terendam banjir beberapa waktu lalu.
Pasca banjir surut, aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan. Namun, banyak warga mengaku kesulitan beraktivitas karena sepeda motor mereka mengalami kerusakan, seperti mesin mati, kelistrikan terganggu, hingga komponen yang berkarat akibat terendam air cukup lama.
Seorang warga Meureudu, Ridwan (42), mengatakan sepeda motor menjadi alat transportasi utama untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sejak banjir melanda, motornya tidak lagi bisa digunakan.
“Motor kami terendam banjir. Setelah air surut, tidak bisa dihidupkan lagi. Untuk servis butuh biaya, sementara kondisi ekonomi kami juga terdampak,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Kondisi serupa dialami warga di beberapa gampong lainnya. Sebagian warga terpaksa menunda aktivitas atau berjalan kaki karena tidak memiliki biaya untuk memperbaiki kendaraan mereka. Padahal, sepeda motor menjadi sarana penting untuk ke ladang, ke pasar, maupun mengantar anak ke sekolah atau pengajian.
Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah, lembaga sosial, maupun para dermawan untuk membantu servis motor gratis atau bantuan suku cadang bagi korban banjir. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan aktivitas dan perekonomian masyarakat pasca bencana.
Selain bantuan perbaikan kendaraan, warga juga berharap adanya pendampingan lanjutan bagi korban banjir agar pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal dan menyeluruh. []































































































