NASIONAL
NASIONAL

Kekuatan Jokowi sudah Jauh Berkurang

Oleh:Erizal

MESKI terlihat masih kuat, tapi kekuatan Joko Widodo alias Jokowi sebetulnya sudah jauh berkurang daripada sebelumnya. 

Lihatlah, satu persatu kekuatan itu sudah mulai lepas dari genggaman Jokowi. Peraturan KPU yang melarang ijazah dibuka, ternyata KPU sendiri yang membatalkan.

Bahkan, putusan Komisi Informasi Publik (KIP) jelas sekali menegaskan bahwa ijazah pencalonan seseorang adalah dokumen publik, bukan dokumen pribadi yang tak boleh untuk diminta. Termasuk, pengadilan yang biasanya menolak gugatan tentang ijazah Jokowi. Kini, malah berlangsung di Solo.

Maka bisa dimaklumi saat Bareskrim menyimpulkan ijazah Jokowi identik, posisi ijazah yang ditampilkan justru seperti sengaja dilipat, bukan yang lurus dan bersih, supaya memang tak terlalu jelas. Itupun yang ditampilkan yang fotokopi bukan sekalian yang asli.

Setelah menyimpulkan ijazah Jokowi identik, Bareskrim langsung menutup laporan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dan ditindaklanjuti Polda Metro Jaya dengan penyelidikan dan penetapan tersangka Roy Suryo cs. Inilah yang disimpulkan Refly Harun sebagai kriminalisasi dalam kasus ini sejak awal. 

Karena, ijazah Jokowi belum dibuktikan keasliannya secara sah, tapi pentersangkaan sudah dilakukan seolah ijazah itu sudah dipastikan asli. Ini juga terlihat dari penetapan pasal-pasalnya. Pembuat UU ITE Hendry Subianto, merasa terpanggil untuk meluruskannya.

Maka Refly Harun sama sekai tak percaya kalau berkas Roy Suryo sampai di pengadilan, ijazah Jokowi akan dibuktikan keasliannya seperti dikatakan Mahfud MD

Paling hanya ditunjukkan seperti dalam gelar perkara, dan kliennya akan disidangkan dengan pasal-pasal itu.

Tapi, dengan tak secepat penanganan seperti dialami Bambang Tri dan Gus Nur dulunya, ini juga bukti jauh berkurangnya kekuatan Jokowi. 

Apalagi sorotan yang tak pernah lepas sedikitpun dari media. Ada saja sedikit perkembangan, apalagi kejanggalan, langsung disorot.

Pengakuan Rektor UGM, hasil survei yang menjulang tinggi bahwa orang percaya ijazah Jokowi asli, itu tak sedikitpun menyurutkan rasa ingin tahu orang apa yang terjadi sebenarnya.

Ijazah pembanding lain keluar, di samping teman-teman Jokowi. Intinya, tak begitu klop.

Memang, SP3 yang diterima Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bisa menunjukkan kekuatan Jokowi masih kuat, tapi efek dominonya, pengamat netral awalnya cenderung membela ijazah Jokowi seperti berbalik. Dia tak habis pikir, kenapa SP3 itu bisa terbit begitu mudah?

Meski perlu uji kertas, tinta, dan lain sebagainya, entah kenapa orang punya pertanyaan yang sama bahwa apa benar foto dalam ijazah itu adalah Jokowi? 

image_print
1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website