BANDA ACEH – Banyak perempuan yang lebih mementingkan untuk merawat area yang terlihat seperti tubuh atau wajah saja. Mereka melakukan rangkaian skincare dan juga body care routine atau sesekali pergi ke salon untuk mempercantik tampilan rambut, namun lupa untuk memberikan perawatan ekstra terhadap area tubuh lain yang tertutup atau yang tidak terlihat seperti area vagina.
Padahal, merawat organ intim atau area vagina tidak kalah penting mengingat area sensitif tersebut juga rawan sekali lembap yang bisa mengakibatkan kulit sekitarnya menjadi iritasi, apalagi kalau sedang menstruasi dan memiliki tipe kulit yang sensitif.
Ketebalan kulit pelindung vagina yaitu stratum corneum atau horny cell jauh lebih tipis dibanding area lainnya, sehingga menyebabkan area vagina tergolong sensitif.
Lalu, bagaimana cara perawatan yang benar untuk area vagina? Apakah juga perlu skincare khusus untuk merawat area tersebut terlebih untuk tipe kulit yang sensitif?
“Jawabannya, perlu. Area vagina merupakan area sensitif yang juga butuh perhatian khusus serta ruang untuk bernafas. Saat banyak beraktivitas disertai olahraga, tubuh dan area kewanitaan juga akan berkeringat,” kata dr. Airindya Bella dari Alodokter, Jumat (21/10).
Keringat, kata dia merupakan cara alami tubuh untuk mendinginkan suhu badan dan melepaskan air serta garam yang keluar dari pori-pori dan menguap. Namun jika tidak menjaga kebersihan saat berkeringat dan tidak memakai pakaian yang mendukung area kewanitaan bernapas, keringat akan terjebak di bawah permukaan kulit dan menyumbat kelenjar keringat.
“Hal tersebut bisa menyebabkan area vagina menjadi lembap, gatal dan iritasi hingga infeksi. Maka dari itu penting sekali menerapkan kebiasaan sehat dan bersih setiap hari khususnya saat sedang menstruasi,” paparnya.
Untuk merawat area vagina, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Antara lain, membersihkan area vagina dengan benar. Saat setelah buang air kecil dan buang air besar, basuhlah dengan air bersih lalu keringkan dengan tisu atau handuk dari arah depan ke belakang agar menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.
Lalu, hindari menggunakan sabun khusus yang mengandung parfum.
“Sebenarnya area vagina bisa membersihkan dirinya sendiri dan cukup dibersihkan dengan air biasa atau air hangat,” tutur Airindya.
Penggunaan sabun area kewanitaan tanpa memerhatikan kandungannya, menurutnya bisa mengganggu keseimbangan pH vagina dan berisiko iritasi hingga infeksi.
“Cukup gunakan, pembersih kewanitaan bila perlu dan jangan lupa perhatikan juga kandungannya,” jelasnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler