BANDA ACEH – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Pol. (Purn) Firli Bahuri MSi memberikan kuliah umum sekaligus bersilaturrahmi dengan sivitas akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh di Aula gedung Pascasarjana kampus tersebut, Rabu (15/3/2023).
Dalam kuliah umum itu Firli Bahuri mengatakan bahwa mahasiswa merupakan harapan dan masa depan bangsa Indonesia dalam memberantas korupsi yang hari ini kondisinya kian memprihatinkan.
Lalu untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sebuah peradaban bangsa yang berintegritas, berbudi pekerti luhur, dan berbudaya antikorupsi.
“Kalau kita melihat perjalanan bangsa tentunya tidak terlepas dari peran pemuda dan pemudi. Untuk para mahasiswa Anda bisa jadi siapapun di masa depan dan membantu bangsa ini mewujudkan tujuan negara,” kata Firli.
Menurut Firli, tingginya peran pemuda dan mahasiswa di masa depan inilah yang membuat KPK memandang perlu adanya sebuah budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan.
Musababnya, dunia pendidikan memiliki empat peran penting dalam kehidupan yaitu, kampus memberikan pendidikan, mewujudkan tujuan negara, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membentuk SDM cerdas.
Di sisi lain, kata Jenderal Polisi Bintang Tiga ini bahwa dunia pendidikan juga menanamkan nilai, membangun karakter, dan membentuk sebuah budaya antikorupsi.
Budaya tersebut diharapkan akan semakin membesar dan menyebar secara masif sehingga menjadi sebuah peradaban yang bebas dari korupsi.
“KPK membangun budaya antikorupsi dengan cara menanamkan nilai dan membangun karakter,” ujar Firli.
Di hadapan civitas akademika UIN Ar-Raniry, Firli turut menjelaskan bahwa tindak pidana korupsi adalah kejahatan serius. Dimana akibat korupsi negara gagal dalam mewujudkan tujuan negara dan pada akhirnya berdampak pada susahnya kehidupan masyarakat.
Uang yang seharusnya untuk pembangunan dan pemerataan justru disunat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Secara teori, terjadinya korupsi dipengaruhi beberapa hal. Mengutip Gone Theory, korupsi terjadi karena adanya keserakahan, kesempatan, kebutuhan, dan hukuman pada pelaku korupsi yang rendah. Ironisnya, korupsi bisa melibatkan siapa saja ketika ada kekuasaan, kesempatan, dan kurangnya integritas.
Oleh karenanya, Firli mengajak seluruh civitas akademika UIN Ar-Raniry untuk menanamkan Sembilan nilai antikorupsi. Yaitu, jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.
Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman menyampaikan apresiasinya kepada KPK karena telah memberikan pendidikan antikorupsi bagi seluruh civitas akademika yang terlibat di dalamnya.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler