BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan Counselor – Human Development, Governance and Human Development Branch Kedutaan Besar Australia (DFAT). Pertemuan ini berlangsung di VIP AAC Dayan Dawood, Kamis (11/5/2023).
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Jamin Pelayanan Energi Tetap Terjaga di Aceh
Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik USK, Prof Agussabti, mengatakan ada banyak hal yang bisa dikerjakan bersama antara USK dengan DFAT. Di momen itu, ia memaparkan materi terkait ‘USK dan Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA)’.
“Kita berharap dengan adanya kerjasama ini, bisa mempercepat mempercepat pembangunan Aceh yang lebih bermartabat dan lebih sejahtera lewat peran USK,” kata Prof Agussabti.
Baca juga: Pj Wali Kota Sabang Sebut TMMD Jadi Solusi Persoalan Masyarakat
Menurutnya, sebagai kampus dengan julukan Jantong Ate Rakyat Aceh, USK menjadi nadi pembagunan Aceh. Katanya, ibarat jantung, bila bermasalah, maka semua anggota tubuh juga otomatis terkena imbasnya.
Selama ini, USK serius menggalakan program MBKM dari Kemendikbudristek, termasuk program internal dengan nama ‘MBKM USK Unggul’. Prof Agussabti menyampaikan, program tersebut menjadi pintu masuk untuk kolaborasi dengan DFAT bagi pembangunan Aceh.
“Tidak hanya itu, USK juga sudah meluncurkan hibah profesor berkarya. Tujuannya untuk menghapus pelan-pelan image profesor scopus. Dengan begitu, buah pikir dan karya profesor di USK lebih menyatu dengan masyarakat, sehingga menjawab persoalan, sekaligus menjadi role model pembangunan ke depannya,” jelasnya.
Sementara itu, Head Of Unit Australian DFAT, Astrid Kartika menerangkan, bahwa program kerjasama Australia-Indonesia, menyasar penguatan tata kelola pemerintahan di Provinsi Aceh.
“Senang bisa kembali hadir di Aceh. Sebenarnya tahun lalu kita sudah bertemu, dan kami mendapatkan banyak sekali masukan dari USK. Kini program SKALA sudah MoU dan penunjukan Aceh juga sudah resmi. Izin dan payung hukum ada,” sebut Astrid.
Hadirnya mereka ke daerah-daerah, termasuk Aceh, selaras dengan Tim SKALA yang sedang menyusun rencana kerja. Pihaknya ingin banyak mendengar dari stakeholder di daerah, terutama Perguruan Tinggi.
“Peran USK terkait tri dharma, nantinya dari SKALA akan lebih banyak ke pengabdian masyarakat, beberapa ke riset, sebagai acuan data dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Petrarca Karetji dari Team Leader, SKALA menyampaikan. Pihaknya mendukung pengurangan kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia, melalui peningkatan layanan dasar bagi masyarakat miskin, dan rentan di daerah tertinggal.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler