BANDA ACEH – Empat orang pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi di Sumatra Barat dilaporkan merupakan mahasiswa dari Riau. Mereka adalah mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) atas nama Nazatra Adzin Mufadhal, Ilham Nanda Bintang, Muhammad Adan serta Aditya Sukirno Putra.
Dua di antara empat orang itu yakni M Adan (21) dan Nazatra Adzin Mufadhal (22) terkonfirmasi meninggal dunia. Keduanya adalah warga Kota Pekanbaru. Satu mahasiswa lainnya belum ditemukan atas nama Ilham Nanda Bintang. Sementara Aditya Sukirno Putra ditemukan selamat dan masih dalam perawatan.
Paman Adan, Sudirman, mengatakan Adan sudah dimakamkan di Jalan Lintas Timur KM 20, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau Selasa (5/12/2023) tadi siang. Suasana haru menyelimuti proses pemakaman, mulai dari keluarga, kerabat, bahkan teman kuliah korban berdatangan untuk mengantarkan ke pemakaman.
Sudirman menceritakan M Adan awalnya pamit untuk pergi ke Padang. Namun, dia mendadak berubah pikiran hingga memutuskan pergi mendaki Gunung Marapi bersama teman-temannya. “Saat itu dia izin sama orang tuanya untuk pergi ke Padang, akhirnya gak jadi dan izin untuk mendaki gunung,” kata Sudirman.
Setelah di gunung, Adan sempat menelepon keluarganya dan memberi kabar kondisi di Gunung Marapi. Saat itu Marapi dalam kondisi erupsi. Setelah itu pihak keluarga mendapat kabar dari temannya, kalau almarhum sempat menolong kawannya tiga orang dengan kondisi kakinya sudah patah.
“Beliau (Adan) berusaha menolong kawannya yang mengalami patah kaki,” ucap Sudirman.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, keluarga korban langsung pergi ke Gunung Marapi. Adan juga sempat mengirim lokasinya melalui google share location.
Namun keluarga Adan tak bisa menjemputnya ke atas gunung karena situasi sangat bahaya. Tim gabungan juga melarang masyarakat untuk menaiki gunung tersebut.
Kemudian, salah satu anggota tim gabungan memberi kabar bahwa Adan sudah ditemukan dan dibawa ke rumah sakit Dr Achmad Mokhtar di Bukittinggi.
Keluarga korban langsung menuju rumah sakit tersebut. Setelah sampai, mereka melihat korban sudah dalam kondisi meninggal.
“Melihat hal tersebut, kami langsung membawa korban ke Pekanbaru. Sekarang sudah dimakamkan,” kata Sudirman menambahkan.
Informasi terbaru dari Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi, hingga hari ini tepatnya sampai pukul 12.00 WIB tadi, Gunung Marapi masih terjadi letusan dan semburan abu vulkanik. Hari ini Marapi sudah meletus sebanyak 6 kali dan mengeluarkan hembusan abu vulkanik sebanyak 103 kali.
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…