BANDA ACEH – Satu lagi peninggalan Anies Baswedan di DKI Jakarta mendapat penghargaan dunia. Program pemenuhan hak rumah, Kampung Susun Kunir, memenangkan medali emas World Habitat Awards 2024.Kampung Susun Kunir berlokasi di Jalan Kemukus Nomor 1, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Bangunan itu diresmikan pada Sabtu 10 September 2022.
Kampung susun ini diperuntukkan bagi warga Kampung Kunir yang terdampak penggusuran pembangunan Jalan Inspeksi Kali Anak Ciliwung di era kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Peresmian Kampung Susun Kunir menjadi babak baru bagi warga yang terdampak penggusuran tujuh tahun sebelumnya.
“Peristiwa yang kita saksikan hari ini semoga menjadi babak baru bagi perjalanan warga Kampung Susun Kunir. Tujuh tahun perjalanan dilewati dengan masa yang penuh cobaan,” kata Anies kala itu.
Kampung Susun Kunir dibangun di atas bekas tempat sampah Anies. Memiliki luas sekitar 860 meter persegi.
Bangunan tersebut terdiri atas satu blok dan empat lantai dengan total 33 unit rumah. Setiap unitnya berukuran 36 meter persegi. Pada bagian dalam tersedia kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, hingga balkon.
Ada juga fasilitas pendukung yakni ruang usaha bagi warga, area komersial, ruang serbaguna, dan galeri Kunir sebagai tempat pelestarian cagar budaya, serta area parkir.
World Habitat, organisasi nirlaba internasional yang berupaya menyediakan rumah layak bagi semua orang.
Tahun ini, penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada delapan proyek luar biasa yang menunjukkan inovasi dan pendekatan transformatif terhadap perumahan. Mulai dari solusi berbasis komunitas hingga adaptasi perubahan iklim.
Pemenang medali emas masing-masing menerima £10.000 atau sekitar Rp197 juta. Juga bergabung dengan jaringan pemenang eksklusif dan berkolaborasi dengan tim World Habitat dalam peluang pengembangan internasional.
Pemenang Gold World Habitat Awards 2024 diraih program pemenuhan hak perumahan di Jakarta. Sebuah proyek luar biasa yang melibatkan sekelompok warga permukiman informal (kampung).
“Atas kisah inspiratifnya mengenai ketahanan masyarakat dan aksi kolektif. Meskipun terus-menerus menghadapi ancaman penggusuran paksa, komunitas kampung yang bermitra dengan organisasi akar rumput telah berhasil melawan dan mengamankan hak mereka atas perumahan. Upaya mereka telah menghasilkan pencegahan penggusuran, pemulangan keluarga yang diusir ke rumah mereka, dan perubahan peraturan kota yang melindungi seluruh warga kampung dari penggusuran paksa,” tulis World Habitat dalam pengumumannya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler