BANDA ACEH – Di balik setiap artikel yang mengguncang fondasi kekuasaan, nama Drew Sullivan sering kali menjadi bayangannya. Baru-baru ini, Sullivan dengan OCCRP-nya, memasukkan nama Presiden ke-7 RI sebagai salah satu pemimpin terkorup di dunia.Sullivan bukan hanya seorang jurnalis, melainkan juga seorang wirausahawan sosial yang telah mengubah wajah jurnalisme investigasi global. Sebagai salah satu pendiri sekaligus penerbit Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), Drew Sullivan telah menjadikan organisasi ini sebagai benteng bagi kebenaran, menghadirkan suara-suara yang biasanya terpendam di balik layar kekuasaan.
Dari Langit Dirgantara ke Dunia Investigasi
Lahir dengan otak seorang insinyur dan jiwa seorang seniman, Drew memulai kariernya jauh dari dunia jurnalistik. Ia adalah seorang dinamisator struktural di proyek pesawat ulang-alik Rockwell Space Systems, sebuah peran yang membawanya dekat dengan bintang-bintang, secara harfiah. Namun, hatinya terpanggil untuk hal yang lebih membumi—kebenaran. Dengan gelar Teknik Dirgantara dari Universitas Texas A&M, ia berbelok tajam ke dunia jurnalistik, membangun karier yang sama-sama mengandalkan logika tajam dan kreativitas tanpa batas.
Mendirikan Pusat Kebenaran
Tahun 2007 menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Bersama Paul Radu, Drew mendirikan OCCRP, sebuah organisasi yang kini berdiri sebagai salah satu benteng jurnalisme investigasi terbesar di dunia. Sebelumnya, ia telah mengukir jejaknya dengan mendirikan Center for Investigative Reporting di Bosnia-Herzegovina. OCCRP di bawah arahan Drew tidak hanya mencatatkan nama besar melalui pengungkapan seperti Panama Papers, tetapi juga menjadi simbol keberanian jurnalisme di era di mana kebebasan pers terus diuji.
Di balik penghargaan demi penghargaan—Daniel Pearl Award, European Press Prize, hingga Pulitzer untuk kolaborasi OCCRP pada Panama Papers—terdapat filosofi yang sederhana: bahwa jurnalisme adalah alat untuk memberdayakan masyarakat, bukan sekadar melaporkan fakta.
Membentengi Jurnalisme dari Serangan Hukum
Tak cukup dengan membongkar kejahatan, Drew juga menciptakan Reporters Shield, sebuah inisiatif perlindungan hukum untuk jurnalis investigasi dan LSM. Program ini menjadi perisai bagi mereka yang sering kali menghadapi serangan SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation) dan ancaman hukum lainnya.
Sisi Lain Sang Visioner
Namun, Drew bukanlah orang yang hidup semata-mata di bawah tekanan pekerjaan. Sebagai mantan komedian tunggal, ia tahu bagaimana menyampaikan kisah yang menggugah sekaligus menghibur. Ia bahkan telah berakting dalam empat film dan memainkan bodhran—alat musik tradisional Irlandia—dalam satu-satunya grup musik Celtic di Balkan.































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…