BANDA ACEH – Terwujudnya pelayanan publik yang mumpuni di Aceh Besar tak lepas dari buah kinerja diterminatif dan inovatif kerja sepenuh hati yang dilakukan jajaran Pemkab Aceh Besar dalam dua tahun terakhir. Salah satunya adalah beroperasinya Mal Pelayanan Publik (MPP) di Lambaro Aceh Besar.
Berawal soft launching di akhir tahun 2022, MPP Lambaro diresmikan secara terpusat di Jakarta oleh Menpan RB di tahun 2023. Terobosan Itu menjadi titik balik bagi meningkatnya layanan publik di Aceh Besar, baik secara kuantatif mapun kualitatif. Betapa tidak, MPP bukan hanya sebatas nelayani ratusan perizinan, namun juga bisa melayani pembuatan KTP, Pasport, SKCK kepolisian hingga ijazah yang hilang. Inilah basis multi layanan yang benar benar dinanti oleh masyarakat Aceh Besar. Sebelumnya, satu dekade lebih, gedung itu teronggok sia sia walau sempat beberapa kali di renovasi, namun tak kunjung difungsikan.
Selain memaksimalkan Gedung MPP sebagai pusat multilayanan publik, Pemkab Aceh Besar juga terus berupaya mewujudkan layanan publik berkualitas di berbagai lini vital, seperti kesehatan, pendidikan hingga layanan publik di pedesaan.
“Kita membuka akses layanan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Aceh Besar, baik di daratan maupun di kawasan terluar sekalipun. Karena itu adalah hak masyarakat dan kami berusaha memenuhinya sesuai dengan kemampuan yang ada,” kata Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, Rabu (22/01/2024) kepada awak media ketika dimintai tanggapannya seputar anugerah layanan publik berkualitas yang diberikan Ombudsman kepada Pemkab Aceh Besar, Selasa (21/01/2025) kemarin.
Menurut Iswanto, butuh upaya sistematis dan regulatif untuk mewujudkan MPP di Aceh Besar, namun dengan nawaitu untuk melayani walau dibayangi risiko saat itu, ia bersama Forkopimda Aceh Besar melakukan peresmian dan mengoperasionalkan gedung MPP. Akhirnya sebuah babak baru layanan yang cepat, efesien, terukur dan berkualitas terwujud di Aceh Besar. Lebih dari itu juga nyaman, layaknya counter layanan perbankan atau sejenisnya.
Sementara di sisi lain, layanan yang sifatnya sektoral seperti kesehatan, pendidikan hingga layanan kedaruratan juga dipacu secara serentak. Semua diminta menyingsingkan lengan untuk memberikan karpet merah bagi akses layanan publik. Hasilnya semua melakukan inovasi untuk memaksimalkan pelayanan, seperti di RSUD Aceh Besar yang telah membuka layanan pendaftaran online serta ragam kemudahan lainnya. Bahkan khusus BPBD Aceh Besarkadang berubah fungsi layaknya panggilan darurat 911 yang melayani keluhan masyarakat hingga lembu kecemplung sumur.































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…