BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah mengapresiasi langkah Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal yang akan segera menerapkan peraturan penggunaan alat pemantau pajak atau Tapping Box di seluruh tempat tempat usaha di Kota Banda Aceh.
Menurutnya penerapan Tapping Box ini di harapkan dapat memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak di karena kan pendapatan tempat usaha akan terdata di dalam sistem yang dapat di monitor langsung oleh Pemerintah Kota.
Namun, Arief juga meminta agar Pemko Banda Aceh dapat menerapkan penggunaan Tapping Box ini kepada tempat usaha menengah dan usaha – usaha besar terlebih dahulu.
“Saya kurang sepakat apabila penerapan Tapping Box ini dilakukan per kawasan ke semua jenis tempat usaha, dengan keterbatasan alat saya menyarankan Pemko menargetkan penggunaan alat ini terlebih dahulu di tempat tempat usaha skala menengah dan besar di semua wilayah Kota, tidak hanya di kawasan-kawasan tertentu. Dan tentunya saya sangat mendukung Pemerintah untuk menertibkan tempat-tempat usaha yang menolak penggunaan Tapping Box ini,” kata Arief pada Minggu (13/04/2025).
Arief juga menyampaikan kepada pemilik usaha seharusnya tidak perlu khawatir karena pada prinsipnya Pajak yang di kumpulkan oleh Pemko merupakan pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.
“Pada prinsip nya setiap produk yang di beli oleh masyarakat itu telah dikenakan pajak, jadi tempat usaha hanya mengumpulkan pajak tersebut dan selanjutnya menyetor ke rekening pemerintah Kota sebagai pendapatan daerah, dimana manfaat dari pendapatan ini akan di kembalikan melalui program dan kegiatan yang bermanfaat bagi publik seperti perbaikan jalan, penerangan, bansos, pelatihan dan lainnya. Jadi bagi saya aneh bila ada yang menolak pemasangan tapping box ini, karena di lapangan banyak yang telah menerapkan harga beserta pajak dalam setiap produk usaha yang di konsumsi masyarakat” terang Arief.
Sedangkan untuk usaha kecil menurutnya perlu di kaji kembali sistem penarikan pajak usahanya, karena mereka yang mencari rezeki di skala ini akan kesulitan untuk bersaing ketika membebankan pajak di dalam dagangan nya, yang tentunya akan mempengaruhi harga. Dengan mempertimbangkan daya beli di usaha kecil ini sistem pengambilan pajak nya harus di cari penerapan yang tidak memberatkan.
“Jadi pada saat ini saya meminta kepada Bu illiza agar dapat fokus kepada usaha usaha menengah dan besar terlebih dahulu” tutup Arief. []































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler