MEDAN – Dalam upaya memperkuat hubungan kelembagaan antar organisasi mahasiswa perguruan tinggi Islam, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kunjungan institusional ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, pada awal Juni 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program kerja DEMA UIN Ar-Raniry tahun 2025, khususnya melalui inisiatif Kementerian Luar Negeri.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kolaborasi. DEMA UINSU menyambut langsung rombongan tamu dari Banda Aceh dan memberikan fasilitasi penuh selama agenda kegiatan berlangsung. Acara diawali dengan forum diskusi nasional yang membahas isu-isu strategis dalam bidang sosial, keagamaan, dan kebudayaan.
Presiden Mahasiswa UINSU, Khairul Fahmi, membuka forum dengan sambutan inspiratif yang menekankan pentingnya adaptasi organisasi mahasiswa terhadap dinamika zaman. “Sebuah kehormatan bagi kami bisa menyambut kedatangan kawan-kawan DEMA UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Saya berharap momentum ini dapat meningkatkan kapasitas organisasi kita bersama. Organisasi mahasiswa akan tetap relevan jika kita mampu menyesuaikan diri dengan dinamika zaman,” ujar Khairul.
Diskusi yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini berjalan dinamis dan tetap konstruktif. Sekretaris Jenderal DEMA UIN Ar-Raniry, Surya Ramadhan, dalam kesempatan yang sama mengangkat pentingnya semangat inisiatif dan kepekaan sosial dalam gerakan mahasiswa. “Ada perasaan campur aduk ketika kita melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat—senang, haru, semangat, gelisah, bahkan sedih. Semua menyatu dan menjadi alasan mengapa kita terus bergerak,” ungkapnya.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan observasi perkuliahan di salah satu kelas mata kuliah Akuntansi di lingkungan UINSU. Tim observer dari DEMA UIN Ar-Raniry yang terdiri atas empat orang mahasiswa menilai suasana kelas berlangsung secara interaktif dan kondusif. Dosen pengampu dianggap mampu menyampaikan materi dengan jelas dan terstruktur, sementara para mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi.
Dalam sesi interaksi kelas, Rama, perwakilan dari DEMA UIN Ar-Raniry, menyampaikan pertanyaan yang menyoroti efektivitas pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) di Aceh. Ia mengungkapkan keprihatinan bahwa manfaat dari dana Otsus belum sepenuhnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Rama menyampaikan harapannya agar Aceh dapat mencapai kemandirian ekonomi, mencontoh daerah-daerah lain seperti Sumatera Utara.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…