TAPAKTUAN – Tokoh muda Aceh Selatan, Safrul Mulyadi, mengkritisi kinerja para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal Daerah Pemilihan 9 yang dinilainya gagal menunaikan janji-janji politik mereka di parlemen.
Ia menilai, sejak pemilu pasca damai Aceh, wajah-wajah tokoh terbaik dari Aceh Selatan memang kerap mendominasi kursi DPRA, namun kontribusi nyata mereka terhadap daerah dinilai minim.
“Sejak pemilu pasca damai Aceh, tokoh-tokoh dari Aceh Selatan selalu mendapat tempat di DPRA. Tapi sayangnya, mereka terlalu sering bermain-main dengan amanah rakyat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/8/2025).
Safrul menyebut, para wakil rakyat tersebut pandai memainkan peran untuk membangun simpati publik.
“Mereka layaknya aktor. Tahu betul kapan harus beraksi. Apalagi di era digital sekarang ini, sangat mendukung pencitraan ketika masa jabatan hampir berakhir,” sindirnya.
Ia menilai, aksi-aksi tersebut kerap dijadikan modal politik menjelang pemilu berikutnya.
“Hal-hal seperti itu menjadi senjata politik yang tak kalah berbahaya dibanding praktik politik uang. Bedanya, ini lebih halus, rapi, dan penuh skenario.”
Lebih lanjut, Safrul juga menyoroti sikap sebagian masyarakat yang dinilainya belum jera dan cenderung mudah terbujuk oleh janji politik.
“Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan anggota dewan. Karena faktanya, mereka duduk di sana juga atas suara rakyat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa pada periode 2019–2024, lima putra terbaik Aceh Selatan berhasil melenggang ke DPRA. Namun, menurutnya, mereka seolah lupa jalan keluar dari gedung parlemen.
“Selama ini, mereka tidak menunjukkan kontribusi nyata untuk pembangunan Aceh Selatan. Sementara di kabupaten tetangga, satu wakil saja bisa membawa banyak program melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) dan aspirasi. Masyarakat kita tampaknya tidak belajar dari pengalaman,” jelasnya sembari melempar senyum tipis.
Kendati demikian, Safrul tetap optimis dan mengajak masyarakat agar lebih cerdas dalam menentukan pilihan pada pemilu 2029 mendatang.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda oleh iming-iming materi yang hanya bermanfaat sesaat.
“Jangan mau dirayu dengan uang atau barang. Ketika dewan yang dipilih gagal menjalankan tugasnya, malah masyarakat sendiri yang teriak-teriak merasa dizalimi. Tapi saat pemilu datang lagi, siklusnya berulang,” ujarnya sambil tertawa.
Ia berharap masyarakat Aceh Selatan dapat keluar dari pola pikir transaksional dalam memilih pemimpin.
“Kalau kita masih bertahan dengan cara pikir seperti itu, jangan harap ada perubahan di Aceh Selatan. Kita hanya akan jadi penyumbang kursi terbanyak di DPRA, tapi tidak mendapat apa-apa,” pungkasnya.
Menutup pernyataannya, Safrul mengajak masyarakat untuk bangkit dan tidak terjebak dalam zona nyaman.
“Kalau kita masih bertahan di pola lama, perubahan dan kemajuan di Aceh Selatan hanya akan jadi cerita kosong. Haba cet langet nyan, bek sabe teunget nanggroe gop kabeh jaya,” tutupnya.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler