ACEH BESAR – Di tengah rasa syukur memperingati 20 tahun damai Aceh dan menyongsong 80 tahun kemerdekaan Indonesia, umat Islam masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Arah bangsa yang belum pasti, maraknya hoaks dan provokasi, kelangkaan pangan, sulitnya lapangan kerja, hingga kemerosotan moral menjadi kegelisahan yang dirasakan bersama.
Hal itu akan menjadi pesan utama dalam khutbah Jumat yang akan disampaikan Kepala KUA Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Ustaz Fuadi Yusuf, S.Fil.I, di Masjid Besar Madinatussalam, Lhoong, Jumat (15/8/2025) bertepatan 21 Safar 1447 H.
Menurut Ustaz Fuadi, semua persoalan kebangsaan itu tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi memerlukan dialog, musyawarah, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan empat agenda pokok yang perlu diwujudkan.
Pertama, bil ‘ilmil ulama atau pengamalan ilmu para ulama. Ulama, ilmuwan, akademisi, praktisi hukum, dan para ahli di berbagai bidang harus memanfaatkan pengetahuan mereka untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Kedua, bi ‘adlil umara atau keadilan para penguasa. Pemimpin di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif harus mengelola negara dengan adil, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok. “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan pemimpin kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami,” menjadi doa yang ia anjurkan untuk dipanjatkan.
Ketiga, dermanya para aghniya atau kedermawanan orang kaya. Mereka yang memiliki harta berlebih hendaknya peduli dan berempati, membantu yang membutuhkan melalui infak, sedekah, membuka lapangan kerja, atau memberi modal usaha. “Ini adalah wujud nyata gotong royong dan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Keempat, bi du’ail fuqara atau doa rakyat miskin. Menurutnya, doa tulus dari rakyat kecil mampu menjadi penentu tegaknya pemerintahan. Ia mengutip hadis Rasulullah saw yang mengingatkan, pemimpin yang mempersulit rakyat akan dipersulit Allah, sementara pemimpin yang menyayangi rakyat akan mendapat kasih sayang Allah.
Mengakhiri khutbah, Ustaz Fuadi menyampaikan pantun Aceh yang sarat makna:
Tajak u Banda ta lingkeu Judah
Tajak u Mekkah lintas Sumatra
20 thon dame Aceh makmu ngon berkah
80 thon Indonesia rakyat adee sijahtra
Artinya, perjalanan ke Banda Aceh melewati Gunung Judah, menuju Mekkah melintasi Pulau Sumatra, 20 tahun perdamaian Aceh penuh kemakmuran dan keberkahan, dan 80 tahun Indonesia merdeka rakyat hidup adil dan sejahtera.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler