EDUKASI
EDUKASI

Silaturahmi Mahasiswa Baru Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMP PMI) menggelar kegiatan Silaturahmi Bersama Mahasiswa Baru di SR Caffe, Lamnyong, pada Sabtu 30 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan hangat antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama untuk mempererat kekeluargaan sekaligus memperkenalkan dinamika keorganisasian di lingkungan PMI.

Acara dimulai pada pukul 16.45 WIB dengan pembukaan oleh moderator, Nurliza dan Nazwa. Sebelum memasuki sesi perkenalan, Ahmad Zakwan Praja selaku Ketua Umum HMP PMI 2025 memberikan kata sambutan.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar ajang temu ramah, kegiatan ini merupakan momentum untuk menanamkan semangat kebersamaan dan memperkenalkan wajah kritis mahasiswa PMI kepada generasi baru.

Nisa Bahira menyampaikan materi pengenalan tentang Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) serta Himpunan Mahasiswa PMI.

Pemaparan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru untuk memahami ruang akademik dan organisasi yang akan mereka jalani.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bertema Mahasiswa sebagai Agent of Change pada pukul 17.30 WIB.

Diskusi ini menghadirkan Surya Ramadhan (Sekjend DEMA UIN Ar-Raniry 2025), Ulyadi (Ketua DEMA FDK 2025), serta Ilham Setiawan (Demisioner Ketua HMP PMI 2024) sebagai narasumber yang berbagi pengalaman, refleksi, dan inspirasi perjuangan mahasiswa.

Dalam sesi ini, Surya Ramadhan secara khusus membagikan pengalamannya merawat berbagai lingkaran pergerakan mahasiswa yang berangkat dari semangat sosialisme.

Ia menekankan pentingnya membangun solidaritas lintas kelompok, menjaga budaya kritis, serta memelihara idealisme mahasiswa agar tidak larut dalam pragmatisme.

Bagi Surya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi agent of change secara retoris, tetapi juga harus menghidupkan praksis kolektif yang berpihak pada rakyat kecil.

Sementara itu, Ulyadi, menekankan pentingnya cara pandang mahasiswa dakwah dalam membaca realitas sosial Aceh.

Baginya, mahasiswa dakwah tidak boleh hanya terjebak pada teks keagamaan, tetapi juga harus mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan kondisi nyata masyarakat.

Adapun Ilham Setiawan, mantan Ketua HMP PMI 2024, menegaskan bahwa mahasiswa PMI harus memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam merawat masyarakat Aceh.

Menurutnya, identitas PMI bukan hanya soal ruang akademik, tapi juga mandat moral untuk hadir di tengah rakyat.

“PMI itu lahir dari semangat untuk membersamai masyarakat. Kalau kita hanya sibuk di ruang kelas dan lupa turun ke gampong, maka kita sedang meninggalkan jati diri kita.

Mahasiswa PMI harus jadi barisan depan yang merawat Aceh, dari isu kemanusiaan, pendidikan, hingga pemberdayaan,” jelas Ilham.

Pesan tersebut menutup diskusi dengan penekanan bahwa keberadaan mahasiswa PMI tidak bisa dipisahkan dari denyut nadi masyarakat.

Suasana semakin hangat dengan pembagian hadiah kepada mahasiswa baru yang membuat video perkenalan paling kreatif pada pukul 18.10 WIB.

Acara ditutup dengan foto bersama pada pukul 18.20 WIB sebagai penanda kebersamaan dan komitmen keluarga besar PMI untuk terus bergerak.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan, memperkuat semangat intelektual, serta mendorong mahasiswa baru PMI untuk aktif berkontribusi baik di ruang akademik maupun organisasi.

image_print

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website