BANDA ACEH – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto, mendorong mahasiswa Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, khususnya generasi Z, untuk memperkuat literasi hak asasi manusia di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesan itu ia sampaikan saat membuka kuliah umum di kampus tersebut pada Sabtu pagi (14/11/2025), seraya menegaskan bahwa generasi muda merupakan simpul masa depan perlindungan HAM di Indonesia.
“Mahasiswa itu kunci untuk penguatan hak asasi manusia. Mereka sangat vital sebagai pengguna media sosial,” kata Mugiyanto. Ia menambahkan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menjadi juru bicara bagi isu HAM, keberagaman, toleransi, dan nilai-nilai kritis di ruang publik digital.
Kutipan tersebut menjadi titik tekan kuliah umum yang berlangsung hangat dan interaktif di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus. Dalam paparannya, Mugiyanto melihat pola digital generasi Z sebagai peluang memperluas edukasi HAM.
Ia menilai ruang maya bukan hanya wadah ekspresi, tetapi juga medan penting untuk menyebarkan nilai kemanusiaan dan menantang narasi intoleransi.
Asa Suara Kampus
Wamen HAM itu juga menyoroti kedekatannya dengan UPB Pontianak yang dinilainya sebagai kampus dengan energi akademik kuat. Banyak mahasiswanya aktif dalam riset, advokasi, dan forum-forum isu HAM.
“UPB ini hidup, dinamis, dan punya energi mahasiswa yang kuat,” ujarnya.
Ia berharap kampus dapat memperluas cakupan isu HAM melalui ruang kelas, organisasi, hingga pengabdian masyarakat. Peran pimpinan kampus disebut krusial agar nilai-nilai tersebut benar-benar menembus ekosistem akademik.
Menjelang akhir acara, Mugiyanto mengungkapkan rencana Kementerian Hukum dan HAM untuk mempererat kerja sama dengan UPB Pontianak. Kolaborasi itu mencakup penyusunan usulan kebijakan masyarakat adat dan penguatan regulasi HAM yang berpihak pada kelompok rentan.
Ia menilai UPB memiliki kapasitas akademik yang solid, terutama Fakultas Hukum yang selama ini aktif berkontribusi pada kajian kebijakan.
Selain itu, posisi Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, sebagai Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalbar, dinilai strategis untuk mendorong kerja sama lintas kampus di wilayah tersebut.
“Kami ingin bekerja sama dengan erat untuk melakukan penguatan HAM di Indonesia melalui kampus,” kata Mugiyanto menutup kuliah umum.
Pesan yang ringkas namun tajam itu menegaskan kembali pentingnya generasi muda terutama mahasiswa sebagai penjaga nilai kemanusiaan di ruang digital. []































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler