BANDA ACEH – Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti negara-negara yang hancur karena konflik saudara.Disebutnya, demikian itu dikarenakan gagalnya merajut persaudaraan.
SBY menekankan rasa persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan adalah modal utama untuk menjadi bangsa kuat.
“Dunia banyak memberikan pelajaran. Banyak negara, banyak bangsa yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depannya. Mengapa itu terjadi? Karena bangsa itu gagal untuk merajut persaudaraan, kebersamaan dan kerukunan,” katanya dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Demokrat, Senin malam, 12 Januari 2026.
Ia mengatakan bahwa banyak bangsa bangsa yang mudah terpecah belah, dan terus dalam suasana pertikaian akibat tidak bisa menjaga persaudaraan.
“Bukan bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita,” tegasnya.
Oleh karena itu, Lanjut SBY, ia berharap pada pemerintah. Khususnya pemimpin untuk bertanggung jawab secara moral untuk memastikan Indonesia untuk tetap rukun dan bersatu dalam persaudaraan yang tinggi.
“Menjaga persatuan dan kerukunan, unity in diversity, harmony in diversity, bukan not to be taken for granted,” tegasnya.
“Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun dan itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, para tokoh masyarakat di samping mereka-mereka yang sedang mengemban amanah untuk memimpin negara dan pemerintahan,” tutupnya.































































































