BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam bidang tata kelola pemerintahan. Pada tahun 2025, USK berhasil meraih nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebesar 91,40 dengan predikat AA atau kategori Sangat Memuaskan.
Capaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi USK, di mana universitas ini berhasil mempertahankan predikat AA selama dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya pada tahun 2024 juga meraih predikat yang sama.
Keberhasilan ini menunjukkan konsistensi USK dalam menerapkan sistem akuntabilitas kinerja yang efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil. Nilai 91,40 menempatkan USK sebagai institusi dengan perencanaan kinerja yang selaras dengan sasaran strategis, pelaksanaan program yang tepat sasaran, serta pelaporan dan evaluasi kinerja yang akuntabel.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Prof. Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng., IPU, yang mewakili Rektor, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah buah dari sinergi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya kinerja unggul.
“Nilai 91,40 ini menjadi bukti nyata bahwa USK terus memperkuat tata kelola yang transparan dan efektif. Salah satu faktor kunci yang menjadi nilai tambah bagi USK untuk meraih predikat AA adalah, hadirnya berbagai karya inovatif layanan yang kini telah menjadi model atau rujukan bagi beberapa satuan kerja (Satker) maupun Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya di Indonesia,” ujar Prof. Taufiq.
Penilaian SAKIP dilakukan melalui evaluasi komprehensif terhadap komponen perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi internal, serta capaian kinerja organisasi. Dengan predikat Sangat Memuaskan, USK dinilai mampu mengelola sumber daya secara efisien dan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Prestasi SAKIP tahun 2025 ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi USK untuk terus meningkatkan kinerja institusi, memperkuat inovasi, serta menjaga konsistensi dalam mewujudkan visi USK sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global,” ujarnya. []




























































































