NASIONAL
NASIONAL

Roy Suryo Pakai Barang Mewah Saat Datang ke Polda Metro, Kembali Gugat Transparansi Ijazah Jokowi

BANDA ACEH  – Tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Roy Suryo, mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Kehadirannya menarik perhatian publik karena kasus ini kembali memicu perdebatan soal keterbukaan dokumen pejabat negara.

Roy Suryo datang tidak sendiri.

Ia didampingi sejumlah koleganya, antara lain pakar hukum tata negara Refly Harun, Jahmada Girsang, serta Tifauzia Tyassuma yang dikenal sebagai Dokter Tifa.

Kehadiran mereka mempertegas bahwa perkara ini masih akan terus diperjuangkan di ruang publik dan hukum.

Roy Suryo Tampil dengan Barang Branded

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu tampil dengan gaya yang berbeda dari biasanya.

Roy Suryo terlihat mengenakan sepatu mewah merek Louis Vuitton serta ikat pinggang Hermès yang melekat di tubuhnya.

Menurut penelusuran SURYA.co.id, Louis Vuitton merupakan rumah mode dan perusahaan barang mewah asal Prancis yang berdiri sejak 1854, dikenal luas dengan monogram LV yang ikonik.

Sementara Hermès adalah brand fashion mewah yang berdiri sejak 1837 dan kerap dipandang sebagai simbol eksklusivitas dan status sosial kelas atas.

Selain aksesori mahal tersebut, Roy memadukan jaket semi jas dengan kemeja biru dan celana jeans.

Di tangannya, ia tampak membawa sejumlah dokumen yang disebut berkaitan dengan perkara yang sedang dihadapinya.

Pertanyakan Ijazah Jokowi dan Soroti Sidang KIP

Kedatangan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya disebut sebagai respons atas pelimpahan berkas perkara oleh penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya ke Kejaksaan.

Dalam keterangannya, Roy kembali mempertanyakan alasan ijazah Presiden Joko Widodo belum pernah ditunjukkan ke publik.

Ia menegaskan bahwa proses sidang di Komisi Informasi Publik (KIP) seharusnya bersifat terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Kita menyambut baik KIP, kemarin pada perkara yang diajukan Bonatua Silalahi yaitu salinan ijazah milik Joko Widodo yang sudah digunakan pada tahun 2005 dan 2010 di KPU Solo, kemudian 2012 di KPUD DKI Jakarta, 2014 2019 di KPU Pusat ini sifatnya adalah terbuka,” ucapnya, dilansir SURYA.co.id dari Tribunnews.

Roy menilai ijazah tersebut merupakan dokumen publik yang tidak semestinya dirahasiakan dari masyarakat.

“Saya sudah mendapatkan petunjuk bahwa ada di antara lima dokumen di KPUD dan KPU itu adalah tidak berkesesuaian dengan faktanya, jadi clear, ada petunjuknya, nanti kita tunjukan,” tambah Roy.

Perkara Ijazah Jokowi

Kasus ini bermula dari tudingan sejumlah pihak yang menyebut ijazah Presiden Joko Widodo palsu.

image_print
1 2 3
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website