BANDA ACEH – Di tengah kampung yang sunyi saat malam turun, sebuah drone perlahan menyusuri langit Gaum, Karanganyar.
Baling-balingnya berputar tenang, kameranya mengarah ke rumah-rumah warga.
Di balik teknologi itu, ada kisah sederhana tentang kepedulian, dan keputusan sunyi seorang ketua RT bernama Muhammad Fajar.
Fajar (33), Ketua RT 22/RW 12, memilih jalan yang tidak lazim.
Saat sebagian orang berbicara soal keterbatasan, ia justru menabung. Bukan untuk kebutuhan pribadi, melainkan untuk keamanan kampungnya.
Berangkat dari Keresahan yang Nyata
Gagasan Ronda Terbang Malam tidak lahir dari ruang rapat atau proposal proyek.
Ide itu tumbuh dari obrolan warga dan realitas yang berulang tiap malam, ronda tak selalu berjalan optimal.
Menurut Fajar, perubahan pola hidup warga menjadi tantangan tersendiri.
Banyak kepala keluarga adalah pekerja usia produktif yang kerap bepergian atau mudik saat libur panjang.
“Di tempat kami memang masih menerapkan ronda keliling. Tetapi ada keresahan untuk membuat sistem ronda yang efektif karena di tempat kami warganya dihuni oleh bapak-bapak milineal, kemudian sering tidak ada personel ronda ketika masa liburan,” ujar Fajar, menurut pantauan SURYA.co.id dari wawancara Kompas.com, Rabu (14/1/2025).
Keresahan itu tidak ia biarkan menjadi keluhan. Ia memilih mencari jalan keluar—meski harus ditempuh pelan-pelan.
Tujuh Tahun Menabung
Tak banyak warga yang tahu bahwa ide drone itu disiapkan Fajar sejak lama.
Selama tujuh tahun menjabat Ketua RT, gaji yang diterimanya tidak habis untuk kebutuhan pribadi. Ia simpan sedikit demi sedikit.
“Ini tahun ke-7 saya menjadi Ketua RT. Gaji dari itu kan cukup besar sekitar Rp 2 juta per tahun. Sempat kepikiran ingin punya drone untuk kebutuhan kampung. Dari situ saya tabung,” ungkapnya.
Jumlahnya mungkin tak besar jika dibandingkan proyek-proyek pemerintah.
Namun bagi Fajar, uang itu punya makna lain: bentuk tanggung jawab pada amanah yang ia emban.
Di sinilah jejak manusia itu terasa, keputusan yang tidak diwajibkan, tidak diumumkan, dan tidak dicari tepuk tangan.
Ronda Terbang Malam
Sejak 20 Desember 2025, Ronda Terbang Malam resmi diterapkan.
Drone dengan jangkauan terbang hingga 800 meter itu dilengkapi kamera perekam dan mampu memantau hampir seluruh wilayah RT.
Uniknya, hasil pantauan bisa disaksikan warga melalui live streaming di smart TV.
Keamanan tak lagi hanya urusan petugas ronda, tetapi menjadi tontonan bersama, dan pengingat bahwa kampung ini dijaga.
Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa teknologi bukan pengganti manusia.





























































































