NASIONAL
NASIONAL

Habib Rizeq Nilai Materi Mens Rea Pandji Nistakan Agama, Sebut Hina Syariat

BANDA ACEH – Ulama Habib Rizieq Shihab mengaku tak masalah dengan isi materi mengkritik pemerintah saat pertunjukan Mens Rea komika Pandji Pragiwaksono. Namun, ia mempersoalkan materi yang dianggap menghina syariat agama Islam yakni sholat. @OfficialIslamicBrotherhoodTV dikutip, Sabtu (17/1/2026). Mulanya, Rizieq mempersoalkan isi materi standup Pandji yang dianggap telah menghina sholat.

“Kritik Pandji untuk pemerintah silakan, saya tidak ada problem, tidak ada masalah. Saudara, nah karena kritiknya terhadap pemerintah dalam bentuk candaan, tidak ada problem, tidak ada masalah, ya saya tidak fokus di situ. Yang saya fokus kepada bagian yang syariat sholat dihina,” ujar Rizieq.

Ia menjawab imbauan warganet yang meminta tak ikut campur urusan materi standup Pandji yang mengkritik pemerintah. Ia pun menegaskan, dirinya tak pernah ikut campur urusan Pandji.

“Saya hanya fokus serius melawan penistaan agama. Soal ngeritik pemerintah silakan, saya sering ngeritik pemerintah kok, betul? Saya mau tanya, saya sering enggak ngeritik pemerintah? Sering enggak ngeritik pemerintah? Enggak ada masalah, kritik Saudara. Dia ngeritik lewat lawakan, silakan. Saya ngeritik lewat dakwah, silakan. Ini bukan soal kritik, ini soal penistaan syariat sholat,” tuturnya.

Namun, ia menyerukan pada pengikutnya agar tak takut menyampaikan yang hak, dan melawan para penista agama meskipun orang berkuasa.

“Siapapun yang menista agama, saudara, presiden nista agama, lawan! Jenderal nista agama, lawan! Menteri nista agama, lawan! Walaupun mereka punya kuasa. Pelawak nista agama, lawan! Walaupun penggemarnya banyak, saudara,” ucap Rizieq.

“Nah jadi jangan, jangan nakut-nakutin saya, ‘Bib, ini netizennya banyak, nanti Habib digoreng.’ Masa bodo! Kan jemaah udah diajarin ilmu? Ilmu? Masa bodoh, Saudara. Yang penting katakan yang hak itu hak, yang batil itu batil,” tambahnya.

image_print
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website