Sponsored
EKONOMISYARIAH

Waspada Penipuan Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data

BANDA ACEH – Manajemen PT Bank Aceh Syariah (BAS) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya upaya penipuan yang mencatut nama bank milik daerah tersebut.

Modus yang digunakan beragam, mulai dari iming-iming hadiah “Gebyar Bank” hingga “Undian Berhadiah Bank Aceh”.

Upaya penipuan ini terpantau masif beredar melalui berbagai platform media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga telepon seluler.

Pelaku sengaja menciptakan narasi palsu untuk menjerat korban dengan syarat-syarat yang terlihat mudah.

Berikut di atas adalah contoh flyer atau banner penipuan yang mengatasnamakan Bank Aceh Syariah. Nasabah Bank Aceh Syariah. FOTO/Screenshot. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Berikut di atas adalah contoh flyer atau banner penipuan yang mengatasnamakan Bank Aceh Syariah. Nasabah Bank Aceh Syariah. FOTO/Screenshot. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melalui Sekretaris Perusahaan, Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama perbankan. Namun, perlindungan tersebut membutuhkan kolaborasi aktif dari sisi nasabah.

“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku sering kali menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan akun resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau dengan sangat agar nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun,” ujar Ilham dalam keterangannya yang diterima HARIANACEH.co.id, Rabu (21/1).

Modus Operandi Penipuan

Ilham menjelaskan, salah satu modus utama yang sering ditemukan adalah informasi mengenai pemenang undian yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu.

Selain itu, banyak akun palsu menggunakan logo Bank Aceh yang secara proaktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi (Direct Message).

“Perlu diingat bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, Password, atau kode OTP melalui media sosial maupun telepon. Jika ada yang meminta data tersebut, kami pastikan itu adalah hoax dan upaya penipuan (phishing). Segera abaikan dan laporkan,” tegasnya.

Panduan Keamanan untuk Nasabah

Guna menghindari kerugian finansial, Bank Aceh memberikan panduan bagi nasabah agar terhindar dari kejahatan siber:

  • Verifikasi Akun Resmi: Pastikan hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh yang telah terverifikasi.
  • Jaga Kode OTP: Jangan pernah membagikan kode One-Time Password (OTP) kepada siapa pun. Kode ini adalah kunci akses terakhir ke rekening Anda.
  • Gunakan Aplikasi Resmi: Selalu gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store.
  • Abaikan Tautan Mencurigakan: Hindari mengklik tautan dari nomor tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi atau login akun.

Saluran Komunikasi Resmi

Bagi nasabah yang mendapatkan pesan mencurigakan atau ingin melakukan pengaduan, Bank Aceh menyediakan kanal resmi melalui:

“Bank Aceh terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan siber secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk bersama-sama menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tutup Ilham.

image_print
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website