BANDA ACEH – Oknum anggota TNI di Gorontalo dilaporkan mendatangi ruang tahanan Polda dan meminta seorang tersangka yang merupakan keluarganya untuk dibebaskan.Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo Komisaris Besar Polisi Desmont Harjendro menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1). Seorang pria, kata ia, mendatangi ruang tahanan dengan maksud membebaskan keluarganya yang sedang ditahan.
“Benar insiden itu terjadi pada Sabtu sore, dimana oknum TNI tersebut mengaku sebagai keluarga dari satu orang tersangka yang sedang ditahan dan kasusnya sedang berproses,” kata Desmont, Selasa (27/1/2025).
Pada saat kejadian, antara oknum pelaku dan petugas yang sedang melaksanakan penjagaan sempat terlibat perdebatan. Bahkan insiden itu telah terekam video dan dengan cepat menyebar di media sosial hingga menimbulkan beragam tanggapan.
Pada saat terjadi perdebatan, oknum TNI tersebut bersikeras menyampaikan bahwa tersangka berinisial AR yang dilakukan penahanan oleh polisi tidak bersalah. Menurut anggota itu penahanan itu tidak memiliki bukti yang kuat.
Personel yang melaksanakan piket saat itu langsung memberikan jawaban, sekaligus menjelaskan prosedur hukum yang telah dijalankan dalam perkara penahanan tersangka yang dimaksud.
Setelah mendengarkan penjelasan dari personel piket, oknum perwira TNI yang belakangan diketahui bertugas di Komando Resor Militer (Korem) 133 Nani Wartabone Gorontalo itu, akhirnya memahami ketentuan penanganan perkara hukum yang melibatkan keluarganya.
Saat ini tersangka AR sedang menjalani masa tahanan akibat jeratan hukum, dalam kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Selain itu kata dia, Polda Gorontalo juga telah berkoordinasi dengan pihak Korem 133 Nani Wartabone dan secara resmi menegaskan bahwa persoalan atau insiden tersebut hanya kesalahpahaman dan resmi menyatakan masalah itu sudah terselesaikan dengan baik.
“Permasalahan ini sudah selesai dan kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang atau tidak mudah terpancing maupun cepat percaya dengan informasi yang belum tentu jelas kebenarannya,” kata Desmont.
Sebelumnya sejak Sabtu malam beredar luas di media sosial terkait rekaman video yang menunjukkan lokasi di depan ruang Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Gorontalo, yakni seorang pria meminta kepada petugas setempat untuk membebaskan keluarganya yang ditahan.
Dalam video itu sempat terjadi perdebatan antara pria yang mengaku oknum anggota TNI dengan personel kepolisian setempat.































































































