Bencana Sumatera
PIDIE JAYA – Warga Dusun Pante Geulima, Gampong Mns Lhok, Kecamatan Meureudu, hingga Minggu (25/1/2026) masih membutuhkan bantuan tenda pengungsian dan sarana air bersih pascabanjir.
Hingga kini, belum ada kejelasan terkait pembangunan hunian sementara (Huntara) di wilayah tersebut.
Salah seorang warga, Iskandar (45), menyampaikan bahwa sedikitnya terdapat sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan tenda untuk tempat tinggal sementara.
Tenda tersebut direncanakan digunakan per KK, khususnya bagi warga yang berada di kawasan seberang sungai baru.
“Sekitar 40 KK butuh tenda. Sampai hari ini belum ada satu pun tenda di Pante Geulima, termasuk tenda dari BNPB maupun BPBD,” kata Iskandar kepada media ini, Minggu siang.
Selain tenda, warga juga sangat membutuhkan sarana air bersih berupa tandon air. Keterbatasan akses air bersih dinilai semakin menyulitkan warga yang terdampak banjir dan belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Iskandar mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai Huntara bagi warga Pante Geulima. Ia juga mengaku belum memahami secara jelas mekanisme pendirian tenda, mengingat wilayah tersebut disebut masuk dalam kawasan rawan atau red zone.
“Untuk Huntara sampai sekarang belum jelas. Soal boleh tidaknya mendirikan tenda di sini juga belum kami pahami, padahal di sepanjang Jalan Dayah Husen hingga Meunasah Mancang terlihat ada tenda-tenda, meskipun itu juga kawasan red zone,” ujarnya.
Ia berharap kepada semua pihak dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya agar kebutuhan dasar warga terdampak banjir, khususnya tempat tinggal sementara dan air bersih, dapat segera terpenuhi. (*)






























































































