Jumat, 03/05/2024 - 10:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Atasi Krisis Pangan, Afghanistan Butuh 4,4 Miliar Dolar AS 

ADVERTISEMENTS

Hampir semua warga Afghanistan mengalami kerawanan pangan akut.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

 NEW YORK — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, Afghanistan membutuhkan bantuan senilai 4,4 miliar dolar AS untuk menghindari krisis pangan. PBB telah meluncurkan penggalangan dana terbesar untuk Afghanistan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah


Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (31/3/2022) miris mendengar kabar bahwa beberapa warga Afghanistan terpaksa menjual anak-anak dan bagian tubuh mereka untuk mendapatkan makanan. Dia mengatakan, hampir semua warga Afghanistan mengalami kerawanan pangan akut.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh


Guterres memulai penggalangan dana secara virtual yang didukung oleh Inggris, Jerman, dan Qatar. Jumlah yang dipatok oleh PBB sangat ambisius, karena banyak perhatian dunia tertuju pada konflik Rusia-Ukraina. Selain itu, beberapa negara kaya telah membekukan aset Afghanistan di luar negeri senilai 9 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENTS
Selamart Hari Buruh


Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat senior PBB telah melakukan kunjungan ke Afghanistan. Mereka bertemu dengan pejabat tinggi Taliban, untuk meyakinkan bahwa Afghaniatan tidak dilupakan.  

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
PBB Minta Bukti Forensik atas Kuburan Massal Gaza Dijaga


“Negara-negara kaya dan kuat tidak dapat mengabaikan konsekuensi dari keputusan mereka terhadap (kelompok) yang paling rentan. Sekitar 95 persen orang tidak memiliki cukup makanan, dan sembilan juta orang berisiko kelaparan,” ujar Guterres, dilansir Aljazirah, Jumat (1/4/2022).

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Mengutip perkiraan UNICEF, Guterres mengatakan bahwa, lebih dari satu juta anak-anak Afghanistan mengalami kekurangan gizi parah. Mereka berada di ambang kematian jika tidak segera ditangani.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh


“Kita menghadapi krisis kelaparan dan kekurangan gizi di Afghanistan. Orang-orang sudah menjual anak-anak mereka dan bagian tubuh mereka untuk memberi makan keluarga mereka,” kata Guterres. 


Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, mengatakan, Inggris akan memberikan dukungan bagi Afghanistan senilai 380 juta dolar AS. Sementara, Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock mengatakan, negaranya telah meningkatkan bantuan bagi Afghanistan senilai 220 juta dolar AS. Sementara Qatar menyumbang 50 milar dolar AS dalam beberapa bulan terakhir, dan menjanjikan dana tambahan sebesar 25 juta dolar AS untuk tahun 2022.

Berita Lainnya:
Sekjen PBB Soroti Isu Lingkungan di Hari Kebebasan Pers


Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan, Amerika Serikat memberikan dana bantuan kemanusiaan sebesar 204 juta dolar AS untuk membantu warga Afghanistan. Bantuan tersebut akan langsung disalurkan ke PBB dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dia memastikan bantuan itu tidak jatuh ke tangan Taliban.


“Bantuan kemanusiaan ini, seperti semua bantuan dari Amerika Serikat, akan langsung disalurkan ke LSM dan PBB. Taliban tidak akan mengendalikan pendanaan kemanusiaan kami,” ujar kata Thomas-Greenfield.


Secara total, negara-negara donor telah menjanjikan dana bantuan senilai 2,4 miliar dolar AS.  Banyak negara donor berusaha membantu warga Afghanistan yang dan menghindari Taliban. PBB menyarankan agar keterlibatan politik dan ekonomi dengan kepemimpinan Taliban harus dipertimbangkan di masa depan.


“Sangat penting bagi komunitas internasional untuk terlibat dengan Taliban dari waktu ke waktu dalam isu-isu di luar kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan bukanlah pengganti bentuk-bentuk keterlibatan lainnya,” kata Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi