– Pakar hukum tata negara Refly Harun menyebut polisi offside jika membubabarkan aksi demo Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pada 11 April 2022 nanti.
Menurut Refly, aksi unjuk rasa tidak memerlukan izin karena menyampaikan aspirasi dilindungi oleh konstitusi.
“Yang paling penting adalah tidak membuat kegiatan yang anarkistis atau anarkis. Kalau dia membuat kegiatan yang anarkis, baru..Tapi itu pun terbatas pada orang yang membuat atau melakukan keonaran tersebut,” katanya dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (9/4/2022).
Ia juga menanggapi pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan yang menyebut aksi unjuk rasa 11 April harus memiliki izin.
“Ngapain lagi pakai izin, yang penting pemberitahuan. Dan itu pun pemberitahuan bukan yang sifatnya substantif, tapi pemberitahuan teknis, misalnya rekayasa lalu lintas dan persiapannya gimana,” ujarnya.
Refly menegaskan jika langkah polisi akan membubarkan demo atas dasar perizinan, maka berarti polisi dianggap di atas konstitusi
“Izin itu tidak ada. Bukan izin, tapi cukup pemberitahuan. Kalau polisi meminta izin, waduh, polisi di atas konstitusi namanya, kalau dia memberikan izin atau tidak,” tandasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengaku belum menerima permohonan izin terkait aksi unjuk rasa yang dijadwalkan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (11/4/2022).
“Sampai saat ini Polda Metro belum terima permohonan kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum oleh kelompok manapun,” kata Endra dalam keterangannya, Jumat (8/4/2022).
Ia mengingatkan bahwa setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum wajib melaporkan rencana kegiatan kepada pihak berwajib selambat-lambatnya 3 x 24 jam sebelum digelarnya aksi.
“Perlu saya sampaikan juga kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang tanpa memiliki dasar pemberitahuan di kepolisian sesuai dengan undang-undang yang berlaku ini dapat dibubarkan oleh aparat,” tegasnya.
Ia karenanya mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi terkait seruan demonstrasi yang tidak jelas asal-usulnya dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
“Terkait dengan adanya ‘flyer-flyer’ di media sosial saat ini yang kita temui yaitu ajakan kelompok-kelompok elemen masyarakat untuk turun demo pada 11 April ini di Jakarta, Polda Metro ingin sampaikan bahwa agar tidak mudah dan percaya dengan ajakan tersebut,” pungkasnya. (*)



















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler