Fakrurrazi berharap, USK dan UIN Ar-Raniry sebagai “abang kandung” bisa mendorong kemajuan Yayasan Tgk Chik Pante Kulu, sehingga kehadiran lembaga pendidikan di Darussalam bisa berkolaborasi dengan yayasan Tgk. Chik Pante Kulu. Kata Fakrurrazi melanjutkan, kelak yayasan pendidikan yang ia pimpin bisa menjadi Universitas Islam Aceh.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum IKA USK atas inisiasi Silaturahmi Darussalam, dengan demikian ia mengharapkan hubungan ketiga lembaga pendidikan ini bisa bersinergi dalam penelitian dan pengembangan Yayasan Tgk Chik Pante Kulu serta membantu pembangunan pendidikan di Aceh.
Dalam sambutannya Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Warul Walidin Aceh mengalami perkembangan sejarah dari masa ke masa mencatat sejarah penting hiatorical heritage termasuk keberadaan Kopelma Darussalam. Dia juga mengutip makna sejarah yang diucapkan oleh Ibnu Khaldun, sejarah atau Fann al-tarikh dalam Muqadimah Ibn Khaldun.
“Saya mengutip apa yang dikatakan oleh Cicero, bahwa sejarah adalah cahaya kebenaran, saksi waktu, guru kehidupan atau lebih dikenal dengan kalimat historia magistra vitae yang artinya adalah sejarah guru kehidupan, san keberadaan Kopelma Darussalam adalah sejarah penting yang tidak dapat dipisahkan, kampus kita adalah kampus yang terintegrasi,” ucap Warul Walidin.
Dia menambahkan, Darussalam merupakan rumah bersama, jantung hate rakyat Aceh di bawah naungan rahmah.
Rektor USK Prof. Marwan, IPU., mengatakan, mendukung Yayasan Tgk Chik Pante Kulu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih maju.
“Konsep Dayah Manyang itu ada sejarahnya, kita berharap Dayah Manyang menjadi lembaga pendidikan di Kopelma Darussalam,” katanya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum IKA USK Sulaiman Abda yang telah menginisiasi berbagai kegiatan silaturahmi bersama warga Kopelma Darussalam.
Sebagai Rektor yang telah membawa USK menjadi Akreditasi Unggul, Prof. Samsul Rizal mengungkapkan, bahwa semangat silaturahmi adalah anjuran Nabi Muhammad Shallahulaihi wa sallam bahwa setiap manusia pada dasarnya berkedudukan sama di hadapan Allah. Nabi diutus untuk menghilangkan fanatisme kesukuan, sebagaimana beliau dianjurkan untuk menyatukan umat Islam.
“Dulu Bangsa Arab hidup dalam kabilah-kabilah dengan fanatisme kesukuan yang kuat, Nabi datang menginstall agar kesukuan itu hilang, sebelum Nabi hijrah ke Yastrib, masing-masing suku memperhatikan sukunya sendiri, kaum muhajirin dan keberadaan kaum anshar akhirnya menjadi masyarakat yang madani karena Nabi membebaskan fanatisme kesukuannya,” ucapnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler