BANDA ACEH -Suara-suara kegelisahan rakyat terus disampaikan oleh elemen mahasiswa bersama akademisi, perwakilan buruh, profesional 98 dan petani yang tergabung dalam Komite Rakyat Lawan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KRL-KKN).
Setelah sempat menggelar demonstrasi di Jakarta beberapa pekan lalu selama dua hari, KRL-KKN pada Rabu kemarin (1/6) menggelar aksi Mimbar Kampus Menuju Musyawarah Rakyat di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Sekitar 350 gabungan elemen masyarakat berkumpul selama empat jam untuk menyampaikan aspirasi dari para petani, korban tambang, akademisi, dan sejumlah elemen mahasiswa.
Mimbar kampus ini dihadiri sejumlah akademisi diantaranya Ubedilah Badrun dan Anthony Budiawan.
Didi dari Forum Masyarakat Marunda menyampaikan dalam aspirasinya terkait kerusakan pernapasan masyarakat Marunda akibat ulah pengelola tambang batubara yang debu batu baranya menyelimuti masyarakat Marunda.
“Tidak sedikit warga Marunda yang terkena infeksi saluran pernapasan akut, ini semua ulah oligarki,” ujar Didi dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (2/6).
Selain itu, Ade Toha yang mewakili Forum Masyarakat Petani Cilangkap Maja, Lebak, Banten, menyampaikan harapan besarnya dari mimbar kampus menuju musyawarah rakyat ini.
“Melalui mimbar kampus ini, aspirasi penderitaan kami didengar oleh orang-orang kampus, mudah mudahan pada waktunya musyawarah rakyat terjadi,” ucapnya.
Secara bergantian elemen mahasiswa dari Front Millenial Jabodetabek (FMJ), HMI MPO, Karat, Komando, perwakilan kampus dari UNJ, UPN, Unpam, Mustopo, UMJ, Atmajaya, IISIP, UIN, UIC menyampaikan pandanganya.
Secara umum, elemen mahasiswa ini menyampaikan keprihatinanya dengan kondisi saat ini, baik dari sisi ekonomi, hukum, hingga politik.
Elemen rakyat lainya seperti emak-emak Melati Indonesia, Majelis Penderitaan Rakyat (MPR), Komunitas Masyarakat Jakarta Utara (KOMJU) juga turut menyampaikan aspirasinya.
Pada bagian akhir mimbar kampus, seluruh peserta merangsek bergerak ke Jalan Pemuda, Rawamangun, dan berorasi di jalan untuk mengingatkan kepada publik bahwa Indonesia dalam masalah besar.
Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh Thoriq dari Front Millenial Jabodetabek (FMJ), disampaikan soal merajalelanya KKN di Istana dan DPR.
Kedua lembaga itu dinilai sudah tidak memiliki legitimasi.
“Karena KKN merajalela terjadi dimana-mana, baik di DPR maupun Istana dan jalanya negara dikendalikan oligarki maka DPR dan Istana sudah tidak lagi memiliki legitimasi,” katanya.
“Oleh karenanya layak membubarkan diri atau jika tidak membubarkan diri rakyat berhak membubarkan DPR dan orang – orang yang ada di Istana demi kepentingan kebaikan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia” pungkas Thoriq.


























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler