Sabtu, 20/04/2024 - 09:06 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

AMERIKAINTERNASIONAL

Presiden Meksiko Saling Tukar Kritikan dengan Senator AS

ADVERTISEMENTS

Presiden Meksiko dan senator AS saling serang terkait tuduhan kartel narkoba.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 MEXICO CITY — Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyerang tiga Senator Amerika Serikat (AS) keturunan Kuba Marco Rubio, Ted Cruz dan Bob Menendez selama konferensi pers Rabu (8/6/2022) pagi. Rubio membalas kritikan tersebut.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah


Lopez Obrador menuduh tiga senator dan warga Kuba yang tinggal di AS lainnya menggunakan kekuasaan untuk melanjutkan embargo Amerika pada Kuba. Ia mengatakan Kuba salah satu alasannya tidak menghadiri pertemuan negara-negara Benua Amerika atau Summit of the Americas yang sedang digelar di AS.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Ada Pearl Harbor, Ternyata Hawaii tak Termasuk dalam Klausa Pertahanan Kolektif NATO


Pemerintah AS tidak mengundang Kuba, Venezuela dan Nikaragua ke Summit of the Americas. Karena catatan pelanggaran hak asasi manusia mereka. Rubio membalas kritikan Lopez Obrador lewat Twitter.


“Senang melihat Presiden Meksiko yang telah menyerahkan sebagian negaranya ke kartel narkoba dan memaafkan tirani di Kuba, diktator pembunuh di Nikaragua dan penyelundup narkoba di Venezuela, tidak ada di AS pada pekan ini,” cicit Rubio dalam bahasa Spanyol.


Lopez Obrador kemudian membahas cicitan tersebut dengan membantah tuduhan seputar kartel narkoba di Meksiko. Ia justru semakin keras mengkritik tiga senator tersebut.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
'Penyalur Dana' ke Hamas Ditemukan Tewas Penuh Tembakan di Kaki dan Penuh Uang di Badannya


“Saya ingin bukti, karena saya memiliki bukti (Ted Cruz) menerima uang dari mereka yang mendukung pabrik senjata di Amerika Serikat (untuk melobi menolak) larangan penjualan senjata,” katanya.


Organisasi non-profit yang bergerak di isu transparansi pemerintah OpenSecret mengungkapkan di sepanjang karirnya, Cruz dan kampanyenya menerima lebih dari 440 ribu dolar AS dari lembaga-lembaga lobi perusahaan senjata.


sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi