Rabu, 28/02/2024 - 22:01 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Asbanda Komitmen Majukan Perekonomian Daerah

ADVERTISEMENTS

BPD sebagai bank pembangunan daerah harus menyentuh rakyat kecil.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 SOLO — Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) berkomitmen memajukan perekonomian daerah, khususnya melalui petani, nelayan, dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

“Kami berupaya menerjemahkan kebijakan pemerintah, yakni BPD sebagai agen pembangunan daerah untuk memajukan perekonomian di daerah masing-masing,” kata Ketua Umum Asbanda Supriyatno di Solo.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Ia mengatakan, sejauh ini ada dua tantangan yang dihadapi oleh BPD dalam perkembangannya. Yakni memajukan teknologi di era digital dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dalam kompetisi secara luas.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

Menurut dia, peran BPD bukan semata-mata mencari laba usaha tetapi juga bagaimana berfungsi sebagai bank pembangunan daerah, yakni harus menyentuh rakyat kecil. Khusus kinerja Bank Jateng, salah satu program yang menyentuh rakyat kecil yakni kredit usaha rakyat (KUR).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Survei: Aksi Boikot Israel Didominasi Mahasiswi

Realisasi KUR dari Bank Jateng sudah hampir menyentuh Rp 5 triliun. “Itu di sepanjang tahun ini, tahun lalu kurang lebih 80 persennya,” kata Direktur Utama Bank Jateng tersebut.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Agus Fatoni mengatakan pemerintah mendorong upaya yang dilakukan oleh Asbanda terkait peran utamanya dalam meningkatkan pelayanan publik dan perekonomian di daerah. “Ada beberapa isu yang ingin saya sampaikan, salah satunya terkait elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Ini perlu didorong dan jadi keharusan, karena di era 4.0 semua harus serba transparan, cepat, mudah, jadi PR untuk dikembangkan,” kata Agus.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Alhamdulillah, Fintech Syariah Indonesia Bertahan di Peringkat Ketiga Dunia

Selain itu, dikatakannya, terkait dengan kebijakan pemerintah yakni mendorong penggunaan produk dalam negeri. Ia mengatakan dengan kewajiban belanja 40 persen produk dalam negeri maka akan mendorong UMKM dan produk lokal.

“Ini jadi tantangan BPD yang memang keberadaannya ada di daerah, bagaimana mendukung pengembangan produk dalam negeri,” kata Agus lagi.


 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi