ISLAM
ISLAM

Dihyah Al-Kalbi, Sahabat Kepercayaan Nabi yang Wajahnya Dijelma Malaikat Jibril

Dihyah Al-Kalbi juga memiliki keistimewaan lain, yakni mampu menguasai berbagai bahasa dengan baik, khususnya bahasa Romawi. Oleh karenanya, Rasulullah mengutusnya untuk menemui Raja Romawi. Melalui perantara Dihyah Al-Kalbi, Rasulullah menitipkan pesan supaya Raja Romawi dan para pengikutnya memeluk agama samawi yang dibawa oleh Muhammad Saw.

Di antara para pembesar Romawi yang ditemui Dihyah Al-Kalbi ialah Raja Hirakla yang merupakan seorang Nasrani. Pada saat itu, Raja Hirakla akan melakukan ibadah di tanah Al-Quds, setelah ia memenangkan pertempuran melawan pasukan Persia. Bersamaan dengan Raja Hirakla, Dihyah Al-Kalbi juga sampai di Al-Quds.

Tidak beselang lama dari pertemuan keduanya, Dihyah Al-Kalbi pun segera memberikan surat dari Rasulullah yang dititipkan kepadanya. Setelah menerima surat tersebut, Hirakla bertanya kepada Dihyah Al-Kalbi tentang sifat-sifat Nabi Muhammad Saw.

Menurut sebagian riwayat, disebutkan bahwa Raja Hirakla tidak menerima ajakan untuk masuk Islam, hanya karena khawatir dimusuhi kaumnya sendiri dan menyebabkannya kehilangan posisi tertinggi di kerajannya.

Setelah Nabi dipanggil oleh Allah Swt., Dihyah Al-Kalbi turut serta melanjutkan misi Nabi di bawah kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Bahkan ia juga ikut membela Islam dalam pertempuran Yarmuk, melawan pasukan Romawi yang terjadi pada tahun 15 H.

Sebagaimana para sahabat yang lain, di akhir usianya ia juga memilih untuk meninggalkan Madinah dan berpindah ke Damaskus. Dihyah Al-Kalbi tinggal di desa Mazzeh, Damaskus, dan tutup usia di sana pada masa pemerintahan Muawiyah.

Sumber: Harakah.id

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya