Jumat, 19/04/2024 - 15:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Turki: Pengiriman Gandum dari Pelabuhan Ukraina Dimulai

ADVERTISEMENTS

Kapal pertama pengangkut gandum dari pelabuhan Ukraina siap berlayar

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

ANKARA – Pemerintah Turki mengatakan, kapal pertama pengangkut gandum dari pelabuhan Ukraina dijadwalkan berlayar pada Senin (1/8/2022). Ukraina dan Rusia diketahui telah menandatangani kesepakatan koridor pengiriman gandum pada 22 Juli lalu.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Kalau semua (detail) sudah selesai, sepertinya kemungkinan besar kapal pertama akan berangkat Senin (1/8/2022). Kita lihat kapal-kapal keluar dari pelabuhan paling lambat keesokan harinya,” kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, Ahad (31/7/2022).

ADVERTISEMENTS

Dilaporkan laman TRT World, Menteri Pertahanan (Menhan) Turki telah membahas teknis pengiriman gandum dari pelabuhan Ukraina dengan Menhan Ukraina Oleksiy Reznikov dan Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov. Hal itu diungkap Kementerian Pertahanan Nasional Turki dalam sebuah pernyataan pada Ahad.

Berita Lainnya:
Pernyataan Pelapor PBB: Ada Cukup Bukti Israel Lakukan Genosida

Menurut keterangan tersebut, pekerjaan teknis terkait pengiriman gandum pertama dari pelabuhan Ukraina telah selesai. Pengiriman akan dilakukan setelah persiapan administrasi selesai. Pada 22 Juli lalu, Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan koridor gandum di Istanbul. Perjanjian itu diteken di bawah pengawasan PBB dan Turki.

Turki memang telah memainkan peran aktif dalam pembentukan koridor ekspor gandum dari Ukraina. Ankara mengatakan, mereka siap mengawasi inspeksi kapal-kapal pengangkut. Hal itu untuk mengatasi kekhawatiran Rusia bahwa kapal-kapal itu akan digunakan untuk menyelundupkan senjata ke Ukraina.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Jepang dan China Bahas Limbah Air Radioaktif Fukushima

Konflik Rusia-Ukraina diketahui telah menyebabkan rantai pasokan gandum global tersumbat. Kedua negara itu merupakan penghasil 25 persen produksi gandum dan biji-bijian dunia. Sejak konflik pecah Februari lalu, suplai gandum dari kedua negara tersebut terputus. Ukraina tak dapat melakukan pengiriman karena pelabuhan-pelabuhannya direbut dan dikuasai Rusia. Sementara Moskow tak bisa mengekspor karena adanya sanksi Barat.


sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi