Selasa, 23/04/2024 - 12:36 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

VIDEO

Konsorsium 303: Terkuaknya Praktek Oknum Polri yang Diduga Mengelola Setoran Perjudian

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – Video ini dikutip HARIANACEH.co.id langsung dari Channel Youtube LQ Indonesia Lawfirm Sabtu (27/8/2022) yang menampilkan narasumber seseorang yang mengalami langsung dan berhubungan dengan oknum aparat kepolisian dalam kasus perjudian, pasal 303 KUH pidana. Di mana pada garis besarnya ada 2 sumber uang oknum Polda Metro Jaya diduga menyetor ke JRS.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Pertama, adalah setiap bandar tempat judi online memberikan uang setoran mingguan, sejumlah 40 juta per lokasi dan apabila setoran terlalu kecil.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Oknum Pemerintah Dicurigai Menikmati Hasil Judi Online

Kedua, oknum Polri tidak akan terima setoran melainkan digrebek tempat lokasi perjudian, menangkap para pemain dan bandar Judi, lalu dilepaskan kembali dengan membayar uang tebusan per kepala (menurut sumber yang ditampilkan dalam video).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Narasumber yang mengalami langsung kejadian juga sudah menyurati ke Div Propam, Kompolnas tentang oknum Kasubdit Jatanras, JRS ini namun, ternyata tidak memgetahui bahwa JRS adalah anak buah FS dalam konsorsium 303 dalam slebaran yang beredar di masyarakat belakangan ini.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Oknum Pemerintah Dicurigai Menikmati Hasil Judi Online

Div Propam, Kompolnas dan Ombudsman tidak menindaklanjuti laporan tersebut dan akhirnya Judi marak berkembang biak di Indonesia.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Sumber: LQ Indonesia Lawfirm

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi