5. Kuat Ancam Yosua dengan Pisau
Yosua kembali hendak naik dan ingin menjelaskan permasalahannya kepada Kuat. Namun, saat itu Yosua sambil menangis dan dihalangi Kuat menggunakan pisau.
Setelah itu, Bripka RR juga melihat kondisi Putri atas permintaan Kuat. Bripka RR melihat Putri sudah berbaring di tempat tidur di dalam kamar lantai 2.
6. Putri Bertanya ‘Yosua di Mana’ dan Minta Bertemu
Bripka RR lalu bertanya ke Putri mengenai peristiwa yang terjadi. Namun Putri tidak menjawab pertanyaan tersebut dan justru menanyakan posisi Yosua di mana. Sebelum memanggil Yosua, Ricky berinisiatif untuk mengamankan senjata bersama Bharada E yang berada di kamar ADC lantai 1. Senjata berupa senjata panjang dan senjata pendek itu langsung diamankan ke kamar anak Sambo di lantai 2. Inisiatif tersebut dilakukan karena Bripka RR takut apabila senjata tersebut digunakan Yosua.
Setelah mengamankan senjata, Ricky baru turun dan mencari Yosua yang kemudian ditemukan sedang berada di depan rumah. Ricky juga sempat bertanya ke Yosua tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun Yosua mengaku tidak tahu alasan Kuat tiba-tiba marah kepadanya.
Setelah itu, Ricky membujuk Yosua untuk bertemu dengan Putri karena diminta langsung oleh istri Sambo itu. Selang beberapa lama, Yosua akhirnya mau untuk bertemu Putri di kamar lantai 2. Setelah sampai di kamar lantai 2, posisi Yosua duduk di lantai, sedangkan Putri tiduran di kasur. Sementara, Bripka RR menunggu di luar kamar. Pembicaraan antara Yosua dan Putri tidak terdengar dari luar kamar.
7. Yosua Enggan Menceritakan Masalahnya dan Putri ke Bripka RR
Pertemuan Yosua dan Putri itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Setelah Yosua keluar dari kamar, Bripka RR sempat menanyakan kembali mengenai peristiwa yang terjadi. Namun Yosua lagi-lagi tak memberikan penjelasan. Seusai kejadian itu, Yosua kemudian tidur satu kamar bersama Bharada E. Sedangkan Ricky dan Kuat tidur di ruang tengah memakai kasur lipat.
Kesaksian Mengenai Kejadian di Duren Tiga
8. Tolak Halus Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Yosua
Bripka RR mengaku sempat diminta Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua. Mendengar perintah itu, Bripka RR menolak secara halus dengan mengatakan dirinya tak berani dan tidak kuat mental.
Pertanyaan berani-tidak tembak Brigadir Yosua dilontarkan Ferdy Sambo di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Hal itu diungkapkan pengacara Erman Umar atas kesaksian kliennya, Bripka RR. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7).































































































