Kamis, 30/05/2024 - 06:14 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Cara Memperoleh Akhlak Baik

Allah menyayangi orang yang berakhlak baik.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

JAKARTA –Orang-orang yang berakhlak baik tentunya akan sangat disayangi Allah dan RasulNya serta mendapatkan derajat, kehormatan yang tinggi dalam pandangan manusia. Lalu bagaimana agar memperoleh akhlak yang baik. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh


Pimpinan  Pondok Pesantren Suniyyah Salafiyah Pasuruan yang juga ketua umum Rabithah Alawiyyah, Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf mengatakan ada perbedaan antara para nabi dan rasul dengan manusia biasa dalam memperoleh  akhlak yang baik (akhlak hasanah) atau perkara-perkara yang terpuji. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh


Pada diri nabi dan rasul akhlak yang baik dihasilkan karena fitrah. Maksudnya yakni Allah telah menetapkan, memberikan akhlak yang baik kepada diri nabi dan rasul sejak awal dilahirkan. Sehingga nabi dan rasul maksum artinya terhindar dari setiap dosa dan kesalahan ataupun perilaku buruk. Karena itu tidak ada nabi dan rasul yang berakhlak buruk baik saat kecilnya terlebih saat dewasa. Justru perilaku yang keluar dari para nabi dan rasul sejak kecil semuanya bagus, sebab mereka adalah orang-orang yang dipilih Allah dan dibentuk memiliki akhlak yang baik dan dijaga oleh Allah sehingga terhindar dari akhlak tercela. 


Sementara itu manusia bisa lahir dalam keadaan fitrah. Seiring bertambah usia, manusia berpotensi untuk memiliki akhlak yang baik atau pun memiliki akhlak yang buruk. Habib Taufiq mengatakan akhlak yang baik sejatinya dapat dihasilkan dari membiasakan diri melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Benarkah Laki-Laki Hanya Boleh Menikahi Maksimal Empat Wanita?


“Membiasakan diri melakukan perbuatan yang baik disebut tazkiyah atau tahdzib. Jadi hati manusia akan menjadi bagus karena af’al thoyyibah atau perbuatan yang bagus. Karena kebiasaan manusia itu dimulai dari memaksakan diri. Contoh orang yang bakhil bagaimana mengobatinya paksa untuk menjadi orang yang loman walau pun berat. Paksa supaya hilang itu penyakit, kalau sudah terbiasa dengan membiasakan diri maka terbiasa memberi uang, membantu orang,” kata Habib Taufiq saat mengisi kajian Kitab Ihya Ulumuddin yang disiarkan melalui kanal resmi Sunsal Media pada Kamis (15/9/2022).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Orang yang melakukan perbuatan buruk sejatinya karena terbiasa melakukannya.  Sebab semua manusia dilahirkan fitrah. Tidak ada orang lahir dengan berbuat buruk. Tapi karena terbiasa melakukan perbuatan buruk maka diriya memiliki akhlak tercela. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


Habib Taufiq mengatakan seseorang akan menjadi memiliki akhlak yang baik dengan menyaksikan, atau berteman, atau sering melihat, atau sering duduk dan mengambil ilmu dari  orang orang yang mempunyai akhlak yang bagus dan yang mempunyai perbuatan yang bagus. Selain itu Seseorang dari keturunan yang bagus, lalu dirinya punya kebiasaan yang bagus, lalu orang tersebut selalu berkumpul dengan orang yang bagus, dan dirinya dididik oleh orang orang baik maka orang tersebut sangat berpotensi mendapatkan martabat yang tinggi.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Benarkah Musik Haram? 7 Ulama Modern Timur Tengah Ini Menghalalkannya
ADVERTISEMENTS


Namun demikian ada jenis orang yang meski telah mendapatkan seruan, menyaksikan orang-orang baik, namun tidak juga berakhlak baik sebab hatinha sudah dikunci Allah SWT karena kelakuannya sendiri. Contohnya seperti Abu Lahab kendatipun hidup pada masa Rasulullah, mengetahui akhlak Rasulullah namun Abu Lahab sama sekali tidak memiliki akhlak yang terpuji karena hatinya sudah mati.

ADVERTISEMENTS


Sementara itu, Habib Taufiq mengatakan orang yang terus memaksakan diri dan membiasakan diri melakukan kebaikan makan lambat laun dirinya akan senang dan merasakan kenikmatan ketika melakukan perbuatan baik. Seseorang yang melaksanakan setiap kebajikan maka akan membuat hatinya semakin bersih. Sehingga orang tersebut akan melakukan segala sesuatu atas dasar iman.  


Sebaliknya orang yang terus menerus melakukan keburukan maka hatinya akan gelap dan membuat akhlaknya jadi tercela. Habib Taufiq mencontohkan seorang pencuri pada awalnya memiliki ketakutan akan kejahatannya, namun karena terus menerus dilakukan orang tersebut menjadi bangga dengan tindakan mencurinya, bahkan semakin lama menjadi koruptor.


 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi