BANDA ACEH – Ernest Prakasa memutuskan cabut dari kursi juri acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV. Keputusan tersebut memunculkan gosip tak sedap. Ernest disebut anti aturan baru yang diterapkan di SUCI saat ini.
Melalui Instagram, Jumat (16/9), Ernest Prakasa membagikan video berdurasi 1,5 menit yang berisi klarifikasi cabutnya ia dari juri SUCI. Dia menyatakan keputusannya terkait diperbolehkannya materi tebak-tebakan di ajang kompetisi sebesar SUCI.
“Gue enggak keberatan kalau orang enggak setuju sama gue, tapi gue enggak bisa diam aja kalau di-framing atau dipelintir keluar konteks. Jadi izinkan gue sedikit menjelaskan soal kenapa gue enggak mau lanjut jadi juri di SUCI,” jelas Ernest.
“Alasan gue cabut kan sangat sangat sangat sederhana, gue merasa di panggung Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV, tebak-tebakan itu tidak fair untuk kontestan lain yang tidak menggunakan,” ungkap alumnus SUCI 2011.
Tebak-tebakan dirasa komedian sekaligus sutradara film ini tidak adil digunakan untuk kompetisi. Lain cerita di luar kompetisi, bebas-bebas saja menurut pandangannya.
“Apakah adil di saat komika lain, yang gue ingat zaman-zaman gue ikut SUCI, kayak apa effort kita bikin beat gitu, tiba-tiba di-sainginnya sama tebak-tebakan. Gue merasa itu tidak adil,” kata Ernest.
“Kenapa? Karena itu gampang. Karena itu adalah bagian dari kearifan lokal kita, bercandaan lokal kita, gampang gitu bikinnya,” lanjutnya.
Herannya keputusannya hengkang berbuntut gosip miring. Ernest disebut anti tebak-tebakan dan memiliki dendam pribadi dengan Gautama, kontestan SUCI yang menggunakan tebak-tebakan.
“Cuma yang gue bingung mungkin ada sebagian yang enggak ngerti gitu, dan nangkapnya di luar konteks, dibilang gue anti tebak-tebakan. Ngapain gue anti tebak-tebakan, karena konteksnya kompetisi aja. Karena kita lagi kompetisi SUCI gitu,” Ernest kembali menegaskan.
“Gue enggak punya dendam pribadi, gue enggak antipati terhadap teknik tertentu di dunia nyata. Dunia nyata tuh peraturannya cuma satu, kalau stand up jangan nyolong beat orang, udah itu aja, lo pakai teknik apa kek, suka-suka gitu,” tambahnya.
“Tapi kalau di kompetisi, gue merasa tidak adil. Simpel banget itu doang sebenarnya poinnya,” lagi, Ernest menegaskan.
SUCI tahun ini memasuki musim ke-10. Duduk di kursi juri Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Abdel Achrian, Komeng, dan Celine Evangelista. Sebagai pembawa acara adalah trio GJLS: Rigen, Hifdzi Khoir, dan Ananta Rispo.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler