BANDA ACEH –Politikus Partai Demokrat, Bambang Purwanto mengaku tidak sependapat jika pasangan calon presiden pada pemilu 2024 hanya ada dua paslon.
Demikian disampaikan Bambang menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu yang menyatakan idealnya paslon capres-cawapres hanya dua saja.
“Pemilu Presiden merupakan pesta demokrasi yang memberi kesempatan rakyat guna memilih Pemimpinya secara tepat dan amanah dengan harapan dapat mensejahterakan rakyat sehingga harus diberikan ruang alternatif pilihan paslon bagi rakyat dan tetap terjaga persatuan kesatuan bangsa,” ucap Anggota Komisi IV DPR RI itu kepada wartawan, Sabtu (17/09/2022).
Menurutnya, usulan capres-cawapres hanya ada dua paslon justru hal tersebut merupakan kemunduran demokrasi.
“Di Negara demokrasi ketika ada upaya untuk mendorong dua paslon merupakan pemikiran sesat seperti yang disampaikan Hasto Kristiyanto yang mengatakan idealnya Pilpres dua paslon dengan alasan ekonomi belum pulih sepenuhnya, bahkan berharap ada kompromi antar Parpol untuk mendorong dua paslon,” sindir Bambang.
“Gagasan tersebut jelas merupakan pemikiran sesat karena akan mengkudeta hak rakyat untuk menentukan alternatif pilihan yang dikehendaki, menghilangkan kebebasan rakyat,” sambungnya.
Jika berkaca pada pengalaman sebelumnya, Bambang menegaskan bahwa terbatasnya pilihan capres-cawapres justru rentan akan polarisasi di tengah masyarakat.
Seharusnya, Bambang menambahkan, semua elemen bangsa belajar dari pengalaman ketika hanya ada dua paslon ternyata membelah masyarakat.
“Sampai saat ini masih kita rasakan. Ketika hanya ada dua paslon, otomatis pendukung akan terstruktur dari pusat sampai ke daerah, para pendukung mengkristal saling berhadapan, saling membela paslonnya tanpa peduli,” tandasnya.
Tentu kondisi semacam ini, menurutnya, membuat kegaduhan bahkan keluarga pun pecah akibat beda dukungan.
“Kondisi seperti ini pengaruhnya sangat luas selain terjadi perpecahan juga sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi kita, oleh karena itu kalau kita peduli dengan bangsa ini jangan mengulang peristiwa buruk yang sama,” tegasnya.
Seharusnya, Bambang kembali menegaskan, dalam kondisi pemulihan ekonomi justru semua harus cerdas dengan mengesampingkan ego kelompok.
“Jadi kita harus hindari Pilpres hanya diikuti dua paslon. Karena itu sangat beresiko terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu menentukan skala prioritas alokasi anggaran secara cerdas dan tepat dengan menunda yang belum mendesak untuk dilakukan,” tandasnya.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler