Minggu, 25/02/2024 - 09:41 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Qatar Buka Kembali Museum Kesenian Islam Jelang Piala Dunia FIFA

ADVERTISEMENT

Pengunjung bisa belajar lebih baik tentang budaya, seni, dan sejarah Islam

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 DOHA — Qatar meresmikan Museum Kesenian Islam setelah direnovasi selama 18 bulan menjelang Piala Dunia FIFA pada Selasa. Hal tersebut dilakukan dalam upaya memamerkan budaya dunia Arab.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional


“Museum ini merupakan Museum Kesenian Islam terbesar dan kami berada di tengah-tengah dunia Arab. Di mana Anda bisa belajar lebih baik tentang budaya, seni, dan sejarah Islam selain di sini?” kata direktur museum Julia Gonnella, dilansir Khaleej Times, Rabu (5/10/2022).

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Amalan Utama di Malam Nisfu Syaban


Setelah dibuka, museum tersebut akan memamerkan karya seni dan artefak peninggalan budaya Islam selama 14 abad dari seluruh dunia. Dibangun di pulau yang dibangun khusus di kawasan pejalan kaki tepi laut Doha, bangunan museum merupakan karya mendiang arsitek AS I.M. Pei, salah satu arsitek paling terkenal di abad ke-20.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh


Museum itu terdiri dari lima lantai. Para staff telah mendesain ulang koleksinya dengan sekitar dua pertiga dari seribu pameran baru di museum. “Dulu hanya tentang seni, sekarang tentang budaya. Kami benar-benar ingin menceritakan kisah di balik mahakarya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Apakah Boleh Menabung Emas Via Online Menurut Ajaran Islam?


Qatar telah menghabiskan miliaran dolar AS untuk stadion baru yang akan digunakan pada Piala Dunia sepak bola pertama di negara Arab yang dimulai pada 20 November. Saat festival olahraga mendekat, Doha memimpin dorongan budaya, termasuk mendirikan puluhan karya seni publik dan membuka Museum Olahraga dan Olimpiade Qatar awal tahun ini. 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action


 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi