Rabu, 17/04/2024 - 10:21 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Konsumsi Daging Merah tidak Baik untuk Usus, Kok Bisa? Ini Penjelasan Pakar Nutrisi

ADVERTISEMENTS

Daging merah diketahui bisa menyebabkan inflamasi pada usus.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

 JAKARTA — Menjaga kesehatan usus adalah hal yang populer di dunia kesehatan akhir-akhir ini. Pada dasarnya, menjaga kesehatan usus tidak sulit, salah satu caranya dengan mengurangi makanan tertentu, termasuk daging merah.

ADVERTISEMENTS


Pakar kesehatan memberi tahu bahwa daging sapi dapat merusak usus. Ahli diet klinis senior RD di pusat medis UCLA, dan penulis Recipe for Survival, Dana Ellis Hunnes, PhD, MPH mengatakan, makan daging merah dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk peradangan dan masalah usus. 

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah


“Daging merah bersifat inflamasi,” jelasnya seperti dilansir dari laman She Finds, Sabtu (8/10/2022).

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah


Menurutnya, hal ini meningkatkan penanda inflamasi dalam darah, termasuk IGF-1 dan TMAO. TMAO adalah senyawa yang telah diketahui berdampak pada kolesterol, metabolisme, bahkan berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Singkatnya, daging merah dapat menyebabkan masalah di hampir setiap area kesehatan kita dan peradangan yang ditimbulkannya dapat berdampak serius pada usus Anda.

Berita Lainnya:
Pendekatan Polisi Cegah Perang Sarung Dinilai tak Berikan Efek Jera, Lalu Apa Solusinya?


“Untuk kesehatan usus, ada senyawa dalam daging merah (termasuk TMAO) yang mengubah keasaman dalam usus dan karenanya mempengaruhi mikrobioma,” ujar Hunnes.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah


Di satu sisi, daging merah agak beracun bagi bakteri baik di usus (mikrobioma). Ketika keseimbangan bakteri baik dan jahat di usus Anda hilang, Anda lebih mungkin mengalami masalah pencernaan seperti gas, kembung, sembelit, diare, dan banyak lagi. Disbiosis usus ini bahkan dapat memengaruhi sistem kekebalan Anda, menyebabkan penambahan berat badan, dan bahkan memperburuk kesehatan mental dan emosional Anda.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal
Berita Lainnya:
BKKBN Tekankan Pentingnya Peran Ibu Bagi Keluarga


Jadi, apa solusinya? Hunnes merekomendasikan agar  setidaknya berusaha untuk mngurangi porsi secara signifikan atau mengurangi frekuensi makan daging merah.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%


“Ini sering merupakan efek dosis-respons,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024


Untuk menjaga kesehatan jantung dan usus, Hunnes menyarankan yang terbaik adalah mengonsumsi makanan nabati utuh yang tinggi pati resisten, yang diketahui memberi makan bakteri sehat di usus. Untungnya, ada banyak pilihan dalam kategori makanan ini.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil


“Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, semuanya dikenal untuk meningkatkan kesehatan usus karena anti-inflamasi dan memberi makan bakteri usus yang sehat,” ujarnya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi