BANDA ACEH – Sebuah studi menyatakan, anak yang tumbuh di lingkungan penuh konflik akan memiliki masalah kesehatan fisik, emosional dalam jangka panjang.
Orang tua bertengkar di depan anak bisa memengaruhi mental anak, kesehatan, performa akademik, hingga kehidupan sosial yang melibatkan pertemanan dan hubungan cinta di masa depan.
Hasil studi tersebut tampaknya tidak terlalu diperhatikan oleh pasangan muda yang memiliki anak kadang menganggap remeh dan tidak melihat situasi maupun kondisi saat bertengkar. Tak jarang, anak-anak menjadi saksi atas segala pertengkaran yang terjadi antara ayah dan ibunya. Sementara orang tua berpikir, ah anak-anak masih kecil, tentu belum mengerti apa-apa.
Benarkah demikian?
Nyatanya, anak-anak, bahkan sejak usia bayi, sudah bisa bereaksi terhadap pertengkaran orang tuanya. Beberapa tanda atau reaksi negatif bisa dilihat langsung. Ada anak yang langsung lari keluar ruangan sambil menutup telinganya. Ada pula yang justru maju menjadi pembela salah satu pihak.
Mereka jelas tidak baik-baik saja, walau mungkin terlihat normal setelah pertengkaran berlalu. Namun jika kejadian ini sering mereka alami, seiring waktu, anak-anak akan tumbuh jadi lebih pendiam, atau ada juga yang mengalami gangguan kesehatan seperti sakit kepala atau sakit perut.
Seperti dilansir Parents, ini yang dipikirkan anak-anak saat melihat orang tuanya bertengkar. Agar lebih menjadi pertimbangan sebelum tanpa sengaja melakukannya lagi.
1. Bayi dan batita
Mereka akan merasa bahwa dua orang yang paling mereka sayangi berteriak satu sama lain.
Saat Anda menyadari si kecil melihat pertengkaran Anda dan pasangan, segera lakukan pelukan bersama, lalu perlihatkan senyuman sambil menatap mata anak. Katakan, “Tidak apa-apa, ibu tetap sayang ayah. Ayah tetap sayang ibu.”
2. Anak usia PAUD
Anak-anak usia ini masih menganggap diri mereka pusat dari jagat raya. Maka saat mendapati orang tuanya bertengkar, mereka akan langsung merasa itu adalah kesalahan mereka.
Orang tua dari anak-anak usia ini bisa segera memperbaiki situasi dengan menenangkan mereka langsung, bahwa itu bukanlah kesalahan mereka.
3. Anak usia sekolah
Anak-anak yang berusia di atas 5-6 tahun akan langsung berpikir kalau orang tuanya akan berpisah. Ini jelas menyakitkan bagi mereka dan rentan menyebabkan depresi hingga gangguan tidur.
Alih-alih mengatakan “semua baik-baik saja”, akan lebih baik jika orang tua bersikap terbuka mengenai penyebab pertengkaran dan jika bisa jelaskan solusi yang diambil. Jika belum ada solusi, jangan buat anak salah paham dengan berkata bohong.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler