0leh:Rosadi Jamani
ADA counter narasi dari kubu Fadia Arafiq. “Kok OTT sih, saat kejadian tidak ditemukan uang dekat Bu Fadia?”
KPK menyebut ini gaya korupsi model baru. Memang tidak ditemukan uang saat Bupati Pekalongan itu ditangkap, namun ada cerita menarik di balik itu.
Kisah terbaru datang dari anak mendiang A Rafiq mungkin terasa unik. Ia tersangka dugaan korupsi perkaranya pengadaan jasa outsourcing serta berbagai pengadaan barang pada tahun anggaran 2023 sampai 2026.
Di atas kertas, semuanya tampak administratif. Namun begitu lapisan cerita dibuka, muncul plot yang membuat banyak orang ternganga sambil berkata, “Ini serius?”
Bagian paling spektakuler dari cerita ini adalah kemunculan seorang direktur perusahaan yang latar belakangnya tidak biasa.
Namanya Rul Bayatun. Ia diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Fadia. Akan tetapi dalam dokumen perusahaan, ia justru tercatat sebagai Direktur di PT Raja Nusantara Berjaya.
Nuan bayangkan transformasinya. Dari rutinitas rumah tangga langsung naik kelas menjadi pucuk pimpinan perusahaan.
Kalau ini seminar motivasi, mungkin judulnya “Karier Kilat: Dari Dapur ke Direksi dalam Sekejap.” Namun penyidik menduga cerita sebenarnya tidak sesederhana itu.
Menurut keterangan yang disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Rul memang bekerja sebagai ART di rumah Fadia.
Dalam pemeriksaan, ia mengaku sering mendapat perintah untuk menarik uang tunai dari rekening perusahaan.
Modusnya terdengar sederhana, tetapi efeknya seperti trik sulap. Rul diminta menarik uang dari bank dalam jumlah tertentu.
Setelah uang keluar dari rekening perusahaan, ia menyerahkannya sesuai arahan. Kadang kepada Fadia langsung, kadang kepada orang kepercayaan seperti ajudan.
Bahkan ada foto-foto yang menunjukkan Rul setelah melakukan penarikan tunai tersebut.
Bagi penyidik korupsi, pola ini dikenal sebagai layering. Uang tidak langsung mengalir ke tujuan akhir. Ia diputar dulu lewat berbagai tangan dan rekening agar jejaknya semakin jauh.
Ibarat menyembunyikan durian di dalam tujuh lapis tas plastik. Aromanya tetap tercium, tetapi mencari sumbernya bisa bikin pusing satu kantor.
Menariknya, ketika operasi tangkap tangan dilakukan terhadap Fadia Arafiq, tidak ditemukan uang tunai seperti yang sering terjadi dalam banyak OTT sebelumnya.
Tidak ada koper penuh rupiah. Tidak ada tas yang ketika dibuka langsung membuat kamera wartawan berkilat seperti lampu diskotek.
Situasinya tampak relatif bersih. Seolah-olah uangnya menghilang seperti trik pesulap panggung.


















































































































Komentar Terbaru