UPDATE

ACEH
ACEH

Bupati Syech Muharram Apresiasi Pengurus PGRI, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Aceh Besar

BANDA ACEH, KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang baru dilantik untuk masa bakti 2025–2030.

Menurut Syech Muharram, PGRI memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan sekaligus rumah bagi para guru dalam memperjuangkan kepentingan profesi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.

“Organisasi PGRI sangatlah penting dan harus menjadi rumah sekaligus benteng bagi para guru dalam memperjuangkan kepentingan profesi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Besar,” ungkap Syech Muharram saat membuka Konferensi Kerja (Konker) II PGRI Aceh Besar Tahun 2026 yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) PGRI se-Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur, Sabtu (7/11/2026).

Pada kesempatan itu, Syech Muharram mengatakan kekuatan PGRI sangat bergantung pada kepedulian dan kebersamaan seluruh pengurus. Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang apabila setiap anggota hanya mengandalkan struktur kepengurusan tanpa disertai tanggung jawab bersama.

“Sehebat apa pun kita membangun benteng atau rumah, tanpa adanya kepedulian, jangan berharap organisasi itu akan maju. Peduli itu sangat penting. Kami berharap seluruh pengurus PGRI memiliki kepedulian terhadap organisasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar memiliki semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugas pendidikan. Kekompakan dan persatuan, kata dia, menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan.

Selain persoalan organisasi, Syech Muharram turut menyinggung pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula yang menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Menurutnya, program tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya mempersiapkan generasi emas 2045. Karena itu, dukungan para guru sangat diperlukan dalam pelaksanaannya.

“Program Beut Kitab Bak Sikula ini merupakan bagian dari upaya membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita. Kita tidak hanya ingin melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki dasar agama dan akhlak yang baik,” katanya.

Selain itu, Bupati Aceh Besar juga mengungkapkan wacana pengembangan sekolah dengan sistem pembelajaran khusus bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi atau IQ di atas rata-rata.

Ia menjelaskan, konsep tersebut tidak dilakukan dengan membangun sekolah baru, melainkan memanfaatkan sekolah yang sudah ada dengan menerapkan sistem pembelajaran khusus sesuai kemampuan peserta didik.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.