MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM bersama Polres Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan LPG bersubsidi 3 kilogram di sejumlah titik, termasuk Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Sabtu (7/11/26).
Sidak tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait dugaan penjualan LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dari hasil pemantauan, ditemukan LPG 3 kg dijual sekitar Rp20.000 per tabung. Namun, pemerintah juga menerima laporan adanya pedagang yang menjual hingga Rp35.000 bahkan Rp40.000 per tabung.
“Memang tadi ditemukan harga sekitar Rp20.000, tetapi ada laporan penjualan di atas Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung,” kata Tarmizi.
Ia mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah memutus kerja sama dengan salah satu agen yang diduga terlibat dalam penjualan LPG seharga Rp40.000 per tabung setelah kasus tersebut viral di media sosial dan disertai bukti rekaman.
Tarmizi menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan bersama kepolisian, termasuk melalui pemantauan tertutup untuk mengungkap praktik penjualan di atas ketentuan.
“Jika ditemukan bukti penjualan di atas ketentuan, tentu akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga meminta keuchik dan aparatur gampong ikut mengawasi distribusi LPG serta mengimbau masyarakat melaporkan langsung dugaan pelanggaran kepada pemerintah daerah, Satpol PP maupun kepolisian agar segera ditindaklanjuti.
Selain LPG, tim gabungan turut memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Bina Usaha. Harga cabai merah terpantau berkisar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.[]
Editor : Biro Meulaboh.

















































































































Komentar Terbaru