MEDAN – Kelompok mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kehidupan Sehat dan Sejahtera-34 Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar sosialisasi bertajuk “Remaja Vitality Kit: Media Interaktif Edukasi Gizi dan Hidrasi serta Proteksi Pergaulan Bebas” di SMA Negeri 6 Medan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini diikuti 31 siswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pemenuhan gizi, kecukupan hidrasi, dan perlindungan diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas.
Program tersebut merupakan proyek pembelajaran MKWK yang melibatkan 20 mahasiswa dari berbagai fakultas di USU.
Melalui pendekatan edukasi interaktif, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia remaja.
Pemilihan tema Remaja Vitality Kit didasarkan pada penelitian awal kelompok yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian besar siswa SMA di Kota Medan mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, kebutuhan hidrasi harian, serta pengaruh lingkungan pergaulan terhadap kehidupan remaja.
Ketua proyek, Hafiz Maulana, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kesehatan dan pergaulan bebas di kalangan remaja.
“Kami memilih tema ini sebagai wujud kepedulian kami sebagai mahasiswa yang melihat remaja, terutama di Medan, sangat kurang peduli terhadap pola makan dan kebutuhan hidrasi harian mereka. Selain itu, tingginya angka pergaulan bebas di kalangan remaja di Medan menegaskan betapa pentingnya memberi pemahaman kepada siswa melalui sosialisasi dan media yang interaktif sebagai wujud aksi nyata yang kami lakukan kepada siswa,” ujar Hafiz.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai gizi, hidrasi, dan dampak negatif pergaulan bebas.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi edukasi dengan melibatkan siswa secara aktif. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, peserta juga diajak mengikuti permainan teka-teki yang dirancang untuk meningkatkan fokus dan membangun interaksi selama kegiatan berlangsung.
Setelah seluruh materi disampaikan, siswa mengikuti post-test guna mengukur perkembangan pemahaman mereka.
Tiga peserta dengan hasil terbaik memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kemampuan mereka dalam memahami materi.
Selain penyampaian materi secara langsung, kelompok mahasiswa juga menghadirkan media edukasi berupa gantungan kunci yang dilengkapi kode QR (QR Code).
Media tersebut dibagikan kepada siswa sebagai kenang-kenangan sekaligus sarana untuk menyampaikan aspirasi, pesan, dan tanggapan melalui pemindaian kode QR.
Penggunaan media tersebut menjadi salah satu luaran inovatif dan generatif proyek MKWK Kehidupan Sehat dan Sejahtera-34.
Kehadirannya diharapkan dapat memperluas ruang komunikasi antara mahasiswa dan siswa sekaligus memberikan pengalaman edukasi yang lebih interaktif.
Respons positif juga disampaikan oleh para siswa yang mengikuti kegiatan. Salah seorang siswa mengapresiasi suasana sosialisasi yang dinilai menyenangkan dan tidak kaku.
“Untuk kakak-kakak semuanya, kalian keren-keren. Karena acaranya nggak canggung, malah seru. Dari awal sampai akhir rasanya nyaman dan nggak malu buat bertanya. Kakak-kakak juga meladeni kami dengan sangat baik, suka deh. Terima kasih ya, kakak-kakak. Tetap ramah seperti ini ya!” ungkap salah seorang siswa.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok MKWK Kehidupan Sehat dan Sejahtera-34 Universitas Sumatera Utara dengan SMA Negeri 6 Medan.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos., selaku dosen fasilitator, serta Muhammad Nur Salim selaku mentor.
Melalui proyek Remaja Vitality Kit, mahasiswa berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman mengenai pemenuhan gizi, kecukupan hidrasi, serta kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk membangun kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.


















































































































