BANDA ACEH – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkit pernyataan pengamat isu intelijen Connie Rahakundini Bakrie pada 2024 mengenai isu masa jabatan Presiden Prabowo Subianto yang disebut hanya dua tahun. Mahfud menyinggung pernyataan tersebut ketika membahas dugaan motif politik di balik kasus penyadapan ilegal yang menyasar nomor telepon kepala negara.Menurut Mahfud, Connie kala itu pernah menyampaikan bahwa Presiden ke-7 Joko Widodo melalui Rosan Roeslani disebut pernah menyatakan jatah Prabowo menjadi presiden hanya dua tahun. Ia kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan rangkaian dinamika politik yang terjadi setelahnya.
“Ibu Connie dikejar-kejar sampai pergi ke Rusia ngajar lagi. Padahal pergi ngajar lagi karena mau ditangkap, mau apa gitu,” tutur Mahfud melalui kanal YouTube pribadinya, Rabu (4/11/2026).
Mahfud juga menilai pernyataan Connie tersebut patut diperhatikan. Ia menghubungkan isu itu dengan polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo dan persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kembali menjadi perhatian publik.
Rangkaian peristiwa tersebut, menurut Mahfud, tidak bisa dilepaskan dari pembicaraan mengenai posisi Prabowo sebagai presiden. Ia kemudian menyinggung rencana demonstrasi besar-besaran buruh pada 20 Oktober yang disebut akan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan mengepung Istana.
“Nah, yang terakhir kemudian persis 20 Oktober itu ada rencana demo buruh besar-besaran di HI dan mengepung Istana,” ujarnya.
Mahfud mengatakan rencana demonstrasi tersebut tercium aparat sehingga dilakukan penyelidikan. Dari proses itu, ia menyebut muncul indikasi adanya tujuan yang lebih besar di balik pengerahan massa.
Dalam skenario yang disampaikan Mahfud, Gibran disebut akan mengambil peran ketika demonstrasi berlangsung. Ia mengungkapkan adanya dugaan skenario bahwa para buruh nantinya diarahkan pulang atas perintah Gibran.
Mahfud menyampaikan rangkaian dugaan tersebut ketika menanggapi kasus penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden Prabowo. Ia bahkan menilai tindakan penyadapan terhadap kepala negara memiliki kaitan dengan dugaan upaya makar.
Namun, pernyataan mengenai Connie, rencana demonstrasi, dan skenario yang melibatkan Gibran tersebut merupakan penuturan serta penilaian Mahfud. Bahan yang disampaikan belum memuat bukti independen yang memastikan adanya rencana pengambilalihan kekuasaan.



















































































































Komentar Terbaru