MEULABOH – Program Studi Magister Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh terus memperkuat kualitas akademik mahasiswa dengan menghadirkan dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Terbaru, Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sekaligus Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Wasehuddin, M.Si., memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Magister Ekonomi Syariah melalui Zoom Meeting, Kamis (8/10/2026).
Dalam kuliah tersebut, Prof. Wasehuddin menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat dalam menghadapi tantangan kehidupan saat ini.
Menurutnya, umat Islam memiliki peran sebagai khalifah di muka bumi yang bertanggung jawab mengelola kehidupan secara baik dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Pendidikan pada hakikatnya harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang memberikan kesejahteraan dan kehidupan yang layak bagi manusia,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa memahami perintah membaca dalam Surah Al-‘Alaq tidak hanya secara tekstual, tetapi juga melalui pendekatan qauliyah dan kauniyah.
Pendekatan qauliyah, jelasnya, dilakukan dengan memahami Al-Qur’an dan hadis melalui tadabbur serta implementasi dalam kehidupan. Sementara pendekatan kauniyah dilakukan melalui observasi dan penelitian terhadap kehidupan dan alam.
Ketua Prodi Magister Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. H. Mukhsinuddin, S.Ag., M.M., mengatakan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kualitas keilmuan mahasiswa.
“Selama dua tahun terakhir, kami telah menerima 60 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa,” katanya.
Mukhsinuddin menambahkan, pada tahun akademik 2026/2027 Prodi Magister Ekonomi Syariah membuka dua rombongan belajar. Perkuliahan juga akan melibatkan profesor dan dosen dari berbagai perguruan tinggi, baik perguruan tinggi keislaman maupun umum.
Ia berharap keberadaan Program Studi Magister Ekonomi Syariah mampu memberikan dampak akademik dan ekonomi bagi masyarakat di kawasan Barat-Selatan Aceh.
“Program ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang semakin kompleks, khususnya di bidang ekonomi berbasis syariah yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.
































































































Beri Komentar