UPDATE

EDUKASI
EDUKASI

Nuriati Pimpin SMAN 7 Banda Aceh, Harapan Hadirkan Tata Kelola Bersih dan Berbasis Prestasi

BANDA ACEH – Pergantian kepemimpinan di SMA Negeri 7 Banda Aceh menjadi salah satu sorotan dalam pelantikan ratusan kepala sekolah oleh Gubernur Aceh yang digelar di Anjong Mon Mata, pada Kamis (23/7/2026). Amanah kini berada di pundak Dra. Nuriati, M.Pd, sosok yang sebelumnya memiliki rekam jejak sebagai guru SMA Negeri 10 Fajar Harapan hingga memimpin SMA Negeri 11 Banda Aceh.

Mutasi kepala sekolah bukan sekadar perpindahan jabatan administratif, melainkan menaruh harapan agar pergantian kepemimpinan benar-benar menjadi momentum pembenahan tata kelola sekolah, peningkatan mutu pendidikan, serta lahirnya budaya kerja yang profesional, bersih, dan berkeadilan.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

SMAN 7 Banda Aceh selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah besar di jantung Kota Banda Aceh dengan sederet capaian akademik maupun nonakademik, mulai olahraga, seni, riset internasional, hingga berbagai kompetisi tingkat nasional.

Modal besar tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi prestasi sekaligus memperkuat integritas organisasi sekolah, tentu dengan jalan yang bersih agar menjadi modal berharga bagi penerus bangsa yang berpendidikan berkarakter baik.

Rekam Jejak Menjadi Modal

Sebelum dipercaya memimpin SMAN 7 Banda Aceh, Dra. Nuriati mengemban amanah sebagai Kepala SMAN 11 Banda Aceh. Pengalaman memimpin sekolah tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan baru di salah satu SMA favorit di ibu kota Provinsi Aceh.

Pengalaman panjang di dunia pendidikan diharapkan mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak kepada peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter peserta didik, dan berkeadilan pada guru maupun tenaga kependidikan yang benar-benar mengutamakan skala prioritas, serta penguatan budaya prestasi yang berkelanjutan.

Tantangan Baru

Embanan amanah kepala sekolah tidak cukup hanya diukur dari seremoni pelantikan. Tantangan sebenarnya dimulai ketika kebijakan dijalankan.

Harapannya, kepemimpinan baru mampu menghadirkan tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik konspirasi yang dapat menimbulkan kecemburuan internal. Penempatan tugas guru, pembinaan tenaga kependidikan, hingga pengelolaan program sekolah semestinya dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja, bukan karena kedekatan ataupun kepentingan tertentu.

Harapan itu menjadi penting karena sekolah adalah institusi yang membentuk karakter generasi muda. Nilai keadilan harus tercermin tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam setiap kebijakan manajemen sekolah.

Membangun Kepercayaan dan Menjaga Tradisi Prestasi

Di bawah kepemimpinan baru, SMAN 7 Banda Aceh diharapkan tidak sekadar mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

Guru membutuhkan ruang untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya serta lingkungan kerja yang fleksibel, tidak kaku, tidak monoton, dan tidak mengekang. Peserta didik membutuhkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inspiratif. Sementara itu, orang tua dan masyarakat menginginkan kepastian bahwa sekolah dikelola secara profesional serta menjadi teladan dalam tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas.

Pelantikan Dra. Nuriati menjadi awal dari harapan baru tersebut. Publik tentu akan menilai bukan dari janji, melainkan dari langkah nyata, kebijakan yang adil, membawa agen perubahan menuju SMAN 7 Banda Aceh semakin bersih dan berprestasi, serta menjadi rujukan pendidikan berkualitas di Aceh.

Dengan demikian, estafet kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian nama kepala sekolah, melainkan momentum menghadirkan agen perubahan yang amanah, akuntabel, integritas, dan berkeadilan.(*)

image_print

Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.