ACEH BESAR– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar berkolaborasi dengan Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR) menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Kritis sebagai upaya meningkatkan literasi media, memperluas wawasan kepemudaan, serta mendorong lahirnya jurnalis muda yang profesional dan berintegritas di era digital.
Mengusung tema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu (7/11/2026) di Hotel Permata Hati, Aceh Besar, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari kalangan pemuda. Hingga Jumat (6/11/2026), sebanyak 100 peserta telah mendaftarkan diri. Peserta berasal dari kalangan pengurus Organisasi Kepemudaan (OKP) dan berbagai organisasi paguyuban yang ada di Kabupaten Aceh Besar.
Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat kalangan pemuda untuk menambah pengetahuan dan keterampilan di bidang jurnalistik, sekaligus memahami peran media dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas generasi muda, khususnya dalam memahami dunia jurnalistik dan perkembangan media digital.
Menurutnya, kerja sama dengan IPAR tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pelatihan, tetapi juga menjadi langkah strategis memperluas kemitraan SMSI dengan berbagai OKP dan organisasi paguyuban di Aceh Besar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan SMSI kepada berbagai paguyuban dan organisasi kepemudaan di Aceh Besar sekaligus memberikan pemahaman tentang dunia jurnalistik kepada generasi muda. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Zulfikar, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi media yang baik. Mereka tidak cukup hanya mampu menggunakan media sosial, tetapi juga harus memahami proses memperoleh, memverifikasi, mengolah, dan menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab.
“Pemuda harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemahaman jurnalistik menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, Tarmilin Usman, sebagai pemateri.

















































































































Komentar Terbaru