Kehadiran tokoh pers Aceh tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, proses verifikasi informasi, kode etik jurnalistik, serta tantangan profesi wartawan di tengah transformasi digital.
Sementara itu, Ketua IPAR, Fata Muhammad, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun bersama SMSI Aceh Besar. Ia menyebutkan, tingginya jumlah pendaftar menjadi gambaran bahwa kalangan pemuda memiliki ketertarikan besar untuk mempelajari jurnalistik.
“Alhamdulillah, sudah 100 peserta mendaftar. Mereka berasal dari pengurus OKP dan organisasi paguyuban di Aceh Besar. Bahkan, masih banyak pemuda lainnya yang ingin ikut dalam kegiatan ini. Kami sangat mengapresiasi antusiasme tersebut karena menunjukkan adanya semangat generasi muda untuk menambah pengetahuan dan wawasan di bidang jurnalistik,” ujar Fata.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga semakin banyak pemuda Aceh Besar mendapatkan kesempatan belajar jurnalistik secara langsung dari praktisi dan organisasi pers.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut ke depan. Melalui kerja sama dengan SMSI Aceh Besar, pemuda bisa mendapatkan ilmu jurnalistik dari organisasi perusahaan media siber yang merupakan konstituen Dewan Pers. Ini menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk memahami dunia pers secara lebih baik,” pungkasnya.[]

















































































































Komentar Terbaru