UPDATE

ACEH
ACEH

BBPOM Aceh Perkuat Peran Kader Kesehatan Aceh Besar dalam Edukasi Keamanan Pangan

BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan keamanan pangan melalui edukasi kepada kader kesehatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Aceh Besar, Rabu (4/11/2026), dengan melibatkan Kader Promosi Kesehatan (Promkes) dan Kader Keamanan Pangan Desa di Aceh Besar.

Materi keamanan pangan disampaikan oleh Ketua Tim Publikasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi BBPOM Aceh, Suryani Fauzi.

Dalam pemaparannya, Suryani menegaskan bahwa keamanan pangan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha.

“Keamanan pangan itu bukan hanya tugas BPOM atau Dinas Kesehatan saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, yaitu pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha,” ujar Suryani.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai fasilitator, edukator, sekaligus agent of change dalam menyebarluaskan informasi keamanan pangan. Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran keluarga untuk memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman.

“Kami tidak mungkin mampu melakukan pengawasan sampai kepada penerima makanan yang terakhir. Karena itu, keterlibatan kader sangat penting untuk membantu menyampaikan edukasi dan mengawasi keamanan pangan di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pengawasan pangan semakin beragam seiring perkembangan teknologi, perdagangan, dan pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar dan dikonsumsi tetap aman.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tiga jenis bahaya yang dapat mencemari pangan, yaitu bahaya biologis, kimia, dan fisik. Kontaminasi dapat terjadi akibat lingkungan yang tidak higienis, penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, maupun penanganan makanan yang tidak tepat.

Suryani menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dalam setiap tahapan pengolahan hingga penyajian makanan. Praktik sederhana seperti mencuci tangan, menggunakan kemasan yang sesuai untuk pangan, serta memisahkan penanganan makanan dari uang saat berjualan perlu menjadi perhatian.

“Jangan sampai orang yang menjual makanan memegang uang, kemudian langsung memegang kue atau makanan lainnya. Kalau bisa, orang yang menangani makanan dibedakan dengan orang yang memegang uang,” pesannya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
Tidak dapat memuat data story terbaru.
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.