UPDATE

OPINI
OPINI

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Namun setelah penyidik menelusuri transaksi perbankan, cerita mulai terang. 

KPK berkoordinasi dengan pihak bank untuk melihat kapan penarikan tunai dilakukan dari rekening perusahaan. 

Data tersebut kemudian dikonfirmasi kepada saksi, termasuk Rul yang tercatat sebagai direktur.

Ketika ditanya kepada siapa uang itu diberikan, Rul mengaku, dana yang ia tarik dari rekening perusahaan tersebut diserahkan kepada Fadia.

Di titik ini, publik mungkin hanya bisa tertawa getir. Bukan karena lucu, melainkan karena liciknya strategi tersebut. 

Saat OTT terjadi, uang tidak ada di tangan. Namun uang itu sebenarnya sudah berkeliling lebih dulu melalui perantara.

Muncul pertanyaan, kenapa koruptor susah ditangkap?

Melihat cerita ini, jawabannya terasa jelas. Korupsi kadang bukan sekadar soal mengambil uang negara. 

Ia juga tentang strategi, lapisan transaksi, dan kreativitas administrasi yang luar biasa. 

Bahkan sampai mampu menjadikan asisten rumah tangga sebagai direktur perusahaan.

Di negeri ini, rupanya tangga karier bisa sangat cepat, terutama kalau tujuannya bukan menuju sukses, melainkan menyamarkan aliran uang. 

Di situlah drama antikorupsi kembali dimainkan, seperti pertandingan catur panjang antara akal licik dan penyidik yang berusaha membongkarnya.

“Sepertinya cara cerdas Fadia itu terinspirasi dari koruptor-koruptor sebelumnya. Praktiknya hampir semua begitu. Dia lagi apes aja, Bang.”

“Benar lagi apes. KPK semakin canggih, tapi para koruptor tentu terus meng-upgrade kemampuannya, wak.”

(Ketua Satupena Kalbar)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.